JPRM – Mie instan dan berbagai makanan siap saji selalu berhasil menjadi pilihan ketika rasa lapar yang tiba-tiba datang menyerang.
Keberadaannya yang gampang ditemui di mana saja dan prosesnya terbilang singkat menjadi poin plus kita tergiur pada makanan tersebut.
Namun seringkali kita mempertanyakan mengapa terasa begitu enak dan bahkan menjadi candu padahal sudah menjadi rahasia umum betapa berbahayanya junk food dan mie instan.
Pada setiap sajian mie instan, terdapat rasa gurih yang melekat pada lidah. Kandungan pada MSG atau monosodium glutamat yang terdapat pada setiap kemasan mie instan ini membuat sel-sel saraf dalam otak lebih aktif sehingga menciptakan sensasi gurih yang membuat kita terus menginginkan makanan siap saji tersebut.
Pada dasarnya, MSG sebagai tambahan penyedap rasa sama sekali bukan masalah, namun mengomsumsi MSG dengan dosis sama dalam jangka panjang memiliki banyak sekali dampak negatif. Diantaranya ialah hipertensi, diabetes, bahkan kerusakan hati.
Lalu pada junk food, kandungan yang terdapat di dalamnya seperti karbohidrat, gula, dan lemak dapat merangsang salah satu bagian dari otak yaitu striatum agar merasa bahagia.
Bahkan gula atau karbo dalam junk food dapat membuat kita Bahagia 20 kali lipat lebih cepat daripada rokok.
Junk food juga dapat menyebabkan otak tak menerima sinyal kenyang dari lambung, yang menyebabkan kita merasa ingin lagi dan lagi untuk memakan junk food.
Makanan instan baik junk food maupun mie instan memiliki dampak buruk yang sama besarnya.
Junk food dapat berdampak langsung pada kesehatan tubuh yang membuat tubuh terserang berbagai penyakit berbahaya seperti meningkatkan risiko kanker, menyebabkan diabetes dan tekanan darah tinggi, merusak organ hati, mengganggu fungsi ginjal, dan masih banyak penyakit berbahaya lainnnya yang disebabkan oleh junk food.
Hampir sama dengan junk food, mie instan juga dapat mengundang berbagai penyakit berbahaya seperti obesitas, menyebabkan rusaknya organ tubuh, hingga kerusakan pada organ vital salah satunya ginjal.
Tak mudah untuk berhenti dari ketergantungan pada makanan siap saji, namun dampak buruk yang akan didapatkan tidak bisa dikesampingkan.
Mulailah dengan mengurangi frekuensi pada makanan siap saji secara perlahan. Karena lansung berhenti secata total dalam mengonsumsi makanan tersebut dapat membuat kita semaki menginginkannya. Nur Aini
Editor : Imron Arlado