JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Suatu gangguan yang berhubungan dengan perubahan suasana hati mulai dari posisi terendah depresif atau tertekan.
Penyebab pasti gangguan bipolar tidak diketahui, namun kombinasi genetika, lingkungan, serta struktur dan senyawa kimia pada otak yang berubah mungkin berperan atas terjadinya gangguan.
Jika sudah terkena penyakit ini, maka risikonya terkena seumur hidup, sehingga dapat mempengaruhi aktivitas sang penderita.
Namun, pemberian obat-obatan dan psikoterapi itu dapat membantu penderita untuk menjalankan aktifitas sehari-hari dengan normal untuk sementara.
Penyebab dan Gejala
Gejala utamanya adalah perubahan suasana hati, perubahan satu ini sangat mempengaruhi diri kita dengan sangat drastis, bisa terjadi dalam hitungan jam, detik, hari, dan bulan. Dan gejala ini meliputi fase mania yang berlanjut menjadi fase depresi berat.
Penderita yang mengalami fase mania:
- Semangat yang menggebu-gebu.
- Perasaan gembira atau antusias.
- Sulit tidur.
Sementara di fase depresi akan mengalami:
- Keinginan untuk bunuh diri.
- Perasaan bersalah yang berlebihan.
- Berkurangnya minat pada suatu kegiatan atau pekerjaan.
- Tidak nafsu makan.
Baca Juga: Korban Minta Air, Dila Keliru Beri Wipol
Pengobatan dan pencegahan gangguan bipolar
Pengobatan gangguan ini bertujuan untuk mengurangi frekuensi kemunculan gangguan, agar membantu penderita bisa kembali beraktifitas dan membantu mengurangi gangguan kesehatan.
Metode pengobatan gangguan bipolar :
- Psikoterapi, seperti interpersonal and social rhythm therapy (IPSRT), cognitive behavioral therapy (CBT), dan psikoedukasi.
- Pemberian obat-obatan, seperti obat penyeimbang suasana hati, obat antidepresan, serta obat antipsikotik Psikoterapi, seperti interpersonal and social rhythm.
Baca Juga: Pascadebat, KPU Fokus Distribusi Logistik
Gangguan ini dapat diatasi oleh beberapa tahap berikut :
- Tidak minum-minuman yang beralkohol dan menyalahgunakan NAPZA.
- Rutin mengkonsumsi obat dari dokter.
- Rutin psikoterapi.
- Berolahraga secara rutin.
- Beristirahat secara cukup.
- Harus pandai-pandai mengontrol emosi.
- Menjalin hubungan dengan baik.
Jenis-jenis gangguan bipolar :
- Gangguan Bipolar 1
Jenis gangguan kelainan yang paling parah, pengidap setidaknya mengalami satu periode mania di dalam hidupnya. Sayangnya, gangguan ini bisa dibilang sangat ekstrim dan berbahaya dan berpotensi mengalami depresi.
- Gangguan Bipolar 2
Sama halnya dengan Bipolar 1, bedanya adalah memiliki depresi dengan hipomania sesekali. Dan juga bukan gangguan yang ringan, pengidap sering kali mengembangkan gangguan gejala gangguan bipolar 1.
- Gangguan Siklotimik
Gangguan ini salah satu jenis gangguan yang langkah. Tingkat keparahan tidak seperti bipolar 1 dan 2, melainkan, gangguan ini dapat berdampak besar pada kehidupan. dan akan mengalami periode hipomania dan depresi yang singkat.
- Gangguan campuran
Pengidap akan mengalami mania dan depresi selama periode yang sama. Misal, mungkin seseorang mengalami alergi tinggi dan sangat sulit untuk tidur. Diwaktu yang sama, mereka sering kali merasa putus asa dan memiliki pemikiran untuk bunuh diri.
- Bipolar musiman
25 persen orang yang terkena gangguan ini memiliki pola depresi musiman. Berarti pengidap akan terganggu saat musim dingin dan musim gugur.
- Bipolar siklus cepat
Seseorang mungkin mendapatkan diagnosis bipolar I atau II dengan siklus cepat, mereka memiliki empat atau lebih episode mania, hipomania, dan depresi dalam rentang waktu 12 bulan.
Selain itu, perubahan suasana hati juga dapat terjadi selama beberapa jam atau hari. Perlu kamu ketahui, jika suasana hati berubah empat kali dalam sebulan, maka kondisi ini disebut dengan “ultra rapid cycling”.
MAHESTI P
Editor : Imron Arlado