JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Saat ini terdapat tiga gunung berapi di Sulawesi Utara yang berada dalam status Siaga atau Level III karena aktivitas vulkanik yang meningkat.
Hal tersebut meningkatkan kewaspadaan masyarakat di sekitar gunung berapi tersebut.
“Ketiga gunung api yang berstatus Siaga yaitu Gunung Awu, Gunung Lokon, dan Gunung Karangetang,” penjelasan dari Hadi Wijaya selaku Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui sambungan telepon di Manado, pada Selasa, (12/11/2024).
Gunung Awu berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Gunung ini ditetapkan Siaga lebil awal karena frekuensi gempa yang meningkat.
Gunung Lokon terletak di Kota Tomohon dan baru ditetapkan Siaga pada 10 November 2024 tepatnya pukul 22.00 WITA karena sebelumnya berada di level II atau Waspada. Radius bahaya Gunung Lokon sudah ditingkatkan menjadi tiga kilometer oleh Badan Geologi.
Sedangkan Gunung Karangetang berada di Pulau Siau, seperti Gunung Lokon, gunung ini awalnya berada di Level II dan sekarang statusnya naik di Siaga atau Level III setelah terdeteksi adanya peningkatan aktivitas.
Hadi Wijaya berharap kepada warga untuk mematuhi radius bahaya yang sudah disarankan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Setiap gunung memiliki radius bahaya yang berbeda dan sudah ditetapkan oleh pihak berwenang. “Namun, yang paling penting adalah bagaimana warga mematuhi radius bahaya yang direkomendasikan,” imbuhnya.
Hadi menyatakan bahwa jika mengikuti rekomendasi untuk tidak melakukan aktivitas di radius bahaya akan meminimalkan efek erupsi.
Pihak berwenang akan terus memantau aktivitas gunung dan memberikan informasi terbaru jika ada perubahan status. Diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan dengan kewaspadaan dan kesiapan yang matang
Warga diminta untuk tetap tenang dan mengikuti petunjuk pihak berwenang untuk menjaga keselamatan semua orang.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan gempa megathrust tinggal tunggu waktu untuk mengguncang Indonesia termasuk wilayah Sulawesi Utara (Sulut).
BMKG mengimbau warga tidak panik dengan viralnya informasi terkait gempa megathrust tersebut.
"Megathrust ini sudah sangat lama. Cuma baru booming (viral) sekarang," ujar Koordinator Data dan Informasi Stasiun Geofisika BMKG Manado Muhammad Zulkilfi.
Zulkifli mengatakan megathrust merupakan istilah untuk menyebutkan daerah pertemuan lempeng dengan luasan area rupture yang sangat besar dengan pola penyesaran naik. Untuk daerah Sulut sudah ada kajian besaran kekuatan gempa bila gempa megathrust terjadi.
LARAS KUN
Editor : Imron Arlado