JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Gus Baha dalam ceramahnya pernah mengangkat tema tentang Jika Cinta Tak Perlu Meragukan. Yang dimaksud di sini adalah bentuk cinta kepada Allah.
Menurut Gus Baha, mencintai Allah bukan hanya soal kata-kata atau ekspresi verbal semata. Gus Baha menjelaskan bahwa cinta kepada Allah haruslah tulus dan tidak mengandung keraguan.
Cinta ini ditunjukkan melalui penghambaan, ibadah, dan kepatuhan kepada perintah-Nya.
Ia menekankan bahwa mencintai Allah berarti kita harus aktif dala berdoa dan meminta pertolongan-Nya.
Dalam pandangan Gus Baha, Allah sangat menyukai hambanya yang sering meminta, karena itu menunjukkan ketergantungan dan pengakuan kita terhadap kebesarannya.
Cinta kepada Allah bukan hanya sekadar ucapan, namun harus diiringi dengan tindakan nyata. Hal ini termasuk melaksanakan ibadah dengan khusyuk, menjauhi larangannya dan berusaha untuk selalu memperbaiki diri.
Gus Baha megajak para pendengar untukk memikirkan betapa besar cinta kita kepada Allah dengan melihat seberapa konsistennnn kita dalam beribadah dan berbuat baik.
Gus Baha juga membahas cinta kepada sesama manusia. Ia menekankan bahwa cinta ini harus dibangun diatas rasa saling menghormati, empati dan kepedulian. Dalam konteks ini, cinta tidak hanya berarti kasih sayang tetapi juga tanggung jawab untuk saling mendukung dan membantu satu sama lain.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bahwa dalam mencintai sesama, kita tidak boleh meremehkan niat baik orang lain.
Keraguan dapat merusak hubungan dan menciptakan ketidakpercayaan. Gus Baha mendorong para pendengar untuk selalu memberi manfaat dan berprasangka baik terhadap orang lain sebagai bentuk cinta yang sejati.
Dalam ceramahnya, Gus Baha menekankan bahwa cinta yang sejati baik kepada Allah maupun kepada sesama harus bebas dari keraguan. Cinta tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan sikap positif. Dengan demikian, kita dapat menjalani hidup yang lebih bermakna dan harmonis baik dalam hubungan spiritual maupun sosial..
Ceramah Gus Baha tentang tema ini, mengajak kita untuk memetakan kedalaman cinta kita dan bagaimana kita dapat lebih baik dalam mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari. FIA
Editor : Imron Arlado