JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di era serba digital saat ini, sering kali kita menemukan orang yang tampak lebih ceria dan ekspresif saat sedang berkomunikasi melalui pesan teks dibandingkan bertemu langsung.
Ketika bertatap muka secara langsung, mereka akan menjadi lebih pasif, pendiam, dan pemalu.
Fenomena ini disebut juga dengan kepribadian textrovert. Sama seperti tiga istilah populer lainnya yaitu introvert, ekstrovert, dan ambivert, textrovert juga merujuk pada sebuah istilah untuk menggambarkan kepribadian seseorang,
Textrovert adalah kondisi dimana seseorang merasa lebih nyaman berkomunikasi melalui pesan teks atau aplikasi chatting dibandingkan berbicara secara langsung.
Dengan menggunakan teks sebagai media komunikasi, ia dapat dengan mudah memikat dan membuat seseorang terlena. Hal ini dikarenakan gaya berkirim pesan mereka yang elegan dan menyenangkan.
Berikut adalah 7 kepribadian yang dimiliki seorang textrovert:
- Introvert
Ketika bertemu langsung dengan seorang textrovert, mereka menyerupai seorang introvert.
Sangat pendiam dan tidak banyak bicara, bahkan sering kali menjawab pertanyaan hanya dengan satu kata. Satu kalimat panjang adalah hal langka yang akan mereka ucapkan.
Pada dasarnya, mereka adalah introvert yang bisa berbicara dan mengekspresikan dirinya semata-mata berkat internet, khususnya melalui platform seperti WhatsApp.
- Pemalu dan insecure
Mereka akan terlihat pasif saat bertemu dengan orang lain karena merasa malu dan kurang percaya diri. Orang pemalu sering kali merasa tidak nyaman dalam berinteraksi sosial, terutama saat pertama kali bertemu dengan orang lain.
Dalam komunikasi melalui chat atau pesan teks, mereka dapat mengekspresikan diri dengan lebih percaya diri karena tidak perlu melakukan kontak mata atau gestur tubuh yang membuat mereka cemas.
- Baperan
Seseorang dengan kepribadian textrovert diibaratkan seperti ikan koi yang lincah dan ceria saat berada di dalam air, namun begitu dikeluarkan mereka akan terengah-engah dan kehilangan ketenangan.
Orang textrovert juga dianggap cukup sensitif. Mereka bisa menjadi sangat kesal dan kecewa saat orang yang dikirimi pesan merespon dengan kurang antusias. Misalnya, setelah mengirim pesan yang panjang tetapi hanya menerima balasan “ya,” “oke,” “gpp,” atau “hahaha”.
Baca Juga: Masih Suka Menangis? Ini Kelebihan Orang yang Sering Bercucuran Air Mata
- Gaya texting yang tidak biasa
Textrovert memiliki bakat untuk mengeja kata-kata secara akurat dalam bahasa apapun, sehingga sulit bagi orang lain untuk mengetahui apakah mereka sendiri yang menulis pesan tersebut.
Gaya respons mereka juga sangat menarik sehingga hampir mustahil bagi orang lain untuk tidak membalas.
- Out of the box
Seorang textrovert umumnya dianggap memiliki pemikiran yang out of the box. Mereka memiliki pilihan, ideologi, dan metode kerja yang berbeda dari orang lain. Karena itulah kebanyakan orang menganggap mereka sebagai teman curhat.
- Sosial media persona
Mereka menganggap dunia maya adalah tempat yang tepat untuk membentuk identitas diri dari kepribadian mereka yang sebenarnya. Dalam dunia chatting, mereka merasa aman dan lebih bisa mengekspresikan diri mereka dengan bebas.
Namun, ketika bertemu langsung kepribadian asli mereka akan muncul dan tidak sesuai dengan citra yang dibangun di media sosial.
- Handal storytelling di chat
Seorang textrovert biasanya memiliki kemampuan dalam menceritakan kisah melalui teks secara terperinci dan luar biasa. Hal tersebut dapat dengan mudah dianggap kredibel oleh orang lain yang menerima pesan. VILLA
Editor : Imron Arlado