Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Imam Musala di Kota Mojokerto Ditemukan Meninggal, Terakhir Mengeluh Kembung

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 29 Oktober 2024 | 20:22 WIB

NAHAS: Petugas membawa jasad korban ke ambulans untuk dievakuasi ke rumah sakit.
NAHAS: Petugas membawa jasad korban ke ambulans untuk dievakuasi ke rumah sakit.
KOTA - M. Ghufron, 66, ditemukan meninggal di Musala Nurul Iman, Lingkungan Panggreman Gang 5, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Selasa (29/10) pagi.

Jasad marbot juga muazin dan imam itu pertama kali ditemukan seorang warga yang hendak mengantar makanan sekitar pukul 09.30.

Korban ditemukan tergeletak di sebuah ruangan dalam masjid yang menjadi tempat tinggalnya sehari-hari.

Lansia itu telentang di atas kasus dengan kondisi hanya mengenakan sarung.

Menurut Nasrudin, warga setempat, korban masih adzan serta menjadi imam salat magrib dan isya pada malam sebelumnya.

Namun, pria yang tercatat sebagai warga Jalan Sawunggaling, Kota Mojokerto, itu sudah menunjukkan gelaja aneh.

"Kondisinya ada yang beda, belum isya dia sudah adzan sampai ditegur," katanya.

Warga mengenal Ghufron sebagai sosok yang banyak diam. Selama belasan tahun menjadi pengurus musala, korban jarang sekali mengeluh sakit.

"Orangnya diam, tapi perutnya sering kembung," imbuh dia.

Usai salat isya, korban biasanya pindah menjaga masjid di Sawunggaling dan kembali setelah subuh.

NAHAS: Petugas membawa jasad korban ke ambulans untuk dievakuasi ke rumah sakit.
NAHAS: Petugas membawa jasad korban ke ambulans untuk dievakuasi ke rumah sakit.

Nasrudin menyebut, ruangan di area belakang musala memang dibangun untuk tempat tinggal korban.

Sebagian besar warga setempat bekerja sehingga urusan marbot, adzan, hingga imam diserahkan ke Ghufron.

"Ini tadi tahunya pas ada warga mengantar sarapan," tandasnya.

Tim Inafis Polres Mojokerto Kota dan penyidik Polsek Prajurit Kulon yang melakukan olah TKP tak mendapati bekas kekerasan di tubuh korban.

Polisi menemukan sejumlah obat yang biasa dikonsumsi korban.

Dari tanda yang ada, diduga korban meninggal karena sakit faktor usia.

Setelah mendapat persetujuan pihak keluarga, jasad korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, untuk menjalani visum. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#musala #kota #polres #imam #meninggal #petani #mojokerto