JPRM - Rasa pedas sering kali menjadi pilihan bagi banyak orang yang menginginkan sensasi lebih dalam cita rasa makanan, terlebih perempuan.
Tak hanya memberikan rasa yang kuat dan menantang, rasa pedas juga memicu reaksi fisik seperti detak jantung yang meningkat, berkeringat, bahkan sensasi lidah yang terbakar. Menariknya, meskipun respons tubuh pada makanan pedas seringkali terasa ‘menyakitkan’, banyak orang justru ketagihan dan terus mencari sensasi ini. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Secara ilmiah, candu terhadap makanan pedas tak semata-mata disebabkan karena rasa, ada mekanisme biologis di baliknya.
Berdasarkan penelitian, rasa pedas disebabkan oleh capsaicin mempengaruhi reseptor saraf dalam lidah yang merespon rasa sakit.
Singkatnya, banyak orang yang suka perasaan sakit ketika mengkonsumsi makanan pedas. Rasa ini membuat tubuh bereaksi seolah-olah berada dalam bahaya. Hal ini juga dapat dirasakan seseorang ketika menaiki wahana ekstrim, nonton film horror, dan kegiatan menantang lainnya.
Ketika otak berupaya untuk menghilangkan rasa sakit yang disebabkan oleh capsaicin ini, otak akan menghasilkan hormon penghilang rasa sakit (endorfin) dan hormon yang bertanggung jawab pada perasaan senang (dopamine) yang biasa disebut dengan hormon bahagia.
Faktanya, tak ada mamalia lain yang mengkonsumsi cabai selain manusia. Hal ini dikarenakan tumbuhan menghasilkan zat pedas agar biji di daging buahnya tak dimakan oleh semut dan jamur.
Awalnya nenek moyang menggunakan dan memakan cabai atau tumbuhan pedas lainnya dengan tujuan untuk mengawetkan makanan.
Zat dalam rasa pedas yaitu capsaicin dapat menghilangkan kuman dan jamur, dan karena makanan lebih cepat rusak di cuaca panas apalagi negara Indonesia yang beriklim tropis hal ini dapat menjadi salah satu faktor untuk menggunakan tumbuhan pedas.
Gemar memakan makanan pedas juga memiliki banyak manfaat. Diantaranya ialah dapat meningkatkan kosentrasi, meningkatkan metabolisme dan nafsu makan, meningkatkan kesehatan jantung dan mencegah kanker.
Bahkan makanan pedas bagus untuk program diet karena dapat memecah lemak dan menurunkan berat badan. Nur Aini
Editor : Imron Arlado