JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Inside out adalah film animasi yang dirilis oleh Walt Disney Picture pada tahun 2015 yang disutradarai oleh Pete Docter.
Film ini mengisahkan tentang anak perempuan bernama Riley dan berbagai macam emosi yang mengendalikannya dalam wujud karakter.
Emosi tersebut diantaranya adalah Joy, Sadness, Anger, Disgust, dan Fear yang bertempat dalam pikiran tokoh utama yaitu Riley yang bernama Headquartes.
Singkat cerita, tokoh Joy yang memerankan emosi bahagia melarang Sadness untuk mengambil peran dalam keseharian Riley.
Hingga pada suatu kejadian yang membuat karakter Sadness hilang terserap oleh memory tube Riley hingga Riley hanya dikendalikan oleh Fear, Disgust, dan Anger.
Joy yang sadar akan kesalahannya segera mencari Sadness, hal ini semakin membuat sang tokoh utama menjadi pemurung.
Pada akhirnya Joy berhasil menemukan Sadness dan memberikan peluang pada Sadness untuk mengambil peran. Hingga akhir cerita, Riley pun kembali menjadi anak yang ceria.
Pada film tersebut, banyak pesan tersirat yang dapat diambil untuk dijadikan pelajaran. Pada dasarnya, rasa bahagia selalu beriringan dengan rasa sedih yang membuatnya kemudian seimbang.
Perasaan sedih merupakan bagian dari kehidupan manusia yang sehat juga normal. Perasaan sedih pun memiliki banyak manfaat pada tubuh.
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa emosi negatif memiliki dampak positif karena ini meruapakan bentuk dari evolusi emosi manusia.
Dampak positif dari rasa sedih diantaranya ialah perasaan ini dapat mengajarkan pentingnya momen-momen kecil dalam kehidupan.
Hal ini akan membuat seseorang lebih menghargai hubungan dan makna dari kehidupan.
Selain itu, rasa sedih juga menjadi pelajaran yang berharga di masa depan, dan hal tersebut dapat membangun ketangguhan mental pada setiap individu.
Rasa sedih juga berperan penting bagi meningkatnya kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional adalah maskot untuk keberlangsungan komunikasi yang baik, meciptakan hubungan yang lebih sehat, juga cara seseorang dalam mengambil keputusan atau tindakan.
Bahkan dalam sebuah penelitian, rasa stres juga diperlukan dalam sebuah kehidupan. Stres adalah respon fisik dan psikologis yang natural terhadap situasi yang dianggap menantang atau bahaya.
Ketika seseorang menghadapi situasi ini, otak akan mengeluarkan bahan kimia yaitu adrenaline cortisol norepinephrine.
Hal ini akan bermanfaat agar otak menyempitkan fokus ke hal-hal yang lebih prima. Ketika seseorang fokus pada satu hal, seseorang tersebut akan memberikan performa yang terbaik pada hal yang positif.
Hal ini tertuang dalam hukum Yerkes-Dodson Law yang mengungkapkan bahwa setiap manusia perlu kadar stres yang moderat untuk bisa mencapai performa yang maksimal.
Namun perlu di garis bawahi, emosi sedih dan stres tidak boleh di luar batas wajar. Bukan menghilangkan rasa sedih juga stres, manusia perlu mengontrol perasaan negatif dalam diri.
Ada dua cara mengontrol emosi sedih yaitu Emotin-Focused Coping Skills seperti mandi, olahraga, meditasi dan lainnya.
Yang kedua ialah Problem-Focused Coping Skills diantaranya ialah memanajemen waktu, dukungan dari keluarga, menulis to-do list, dan lainnya. Nur Aini
Editor : Imron Arlado