Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hidup Minimalis Seperti Orang Jepang Sulit Dilakukan Orang Indonesia, Ini Alasannya

Imron Arlado • Rabu, 16 Oktober 2024 | 01:15 WIB
Hidup Minimalis Seperti Orang Jepang Sulit Dilakukan Orang Indonesia, Ini Alasannya
Hidup Minimalis Seperti Orang Jepang Sulit Dilakukan Orang Indonesia, Ini Alasannya

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Konsep hidup minimalis yang populer di Jepang memang menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Indonesia.

Meski sebagian masyarakat Indonesia ingin beradaptasi dengan gaya hidup ini, namun banyak yang kesulitan melakukannya. Lalu mengapa masyarakat Indonesia sulit menjalani kehidupan minimalis seperti orang Jepang?

Salah satu penyebab utamanya adalah kuatnya persepsi nilai materi di Indonesia. Masyarakat Indonesia sering dikaitkan dengan konsumerisme dan status sosial, yang tercermin pada real estate dan barang mewah.

Oleh karena itu, sangat sulit bagi Anda untuk menghentikan kebiasaan berbelanja dan mengumpulkan barang baru.

Indonesia memiliki keragaman kepadatan penduduk khususnya di wilayah perkotaan. Selain itu, luas apartemen dan rumah umumnya lebih luas dibandingkan dengan rumah di Jepang.

Hal ini membuat masyarakat Indonesia lebih cenderung mengoleksi barang tanpa disadari karena tersedianya tempat.

Promosi dan diskon pembelian barang yang marak di Indonesia membuat mereka mudah terjerumus ke dalam konsumsi berlebihan.

Melihat produk yang ditawarkan dengan harga spesial, banyak masyarakat Indonesia yang sulit menahan diri untuk tidak membeli meski tidak terlalu diperlukan.

Tradisi dan adat istiadat setempat di Indonesia sering dikaitkan dengan acara-acara yang melibatkan pemberian atau sumbangan.

Misalnya, hari ulang tahun atau hari raya sering kali ditandai dengan pemberian hadiah kepada tamu. Hal ini membuat masyarakat Indonesia sulit menghindari kebiasaan membeli barang lebih banyak demi mematuhi peraturan sosial.

Psychology of consumption di Indonesia sangat kuat sehingga individu cenderung membeli produk untuk memenuhi kebutuhan emosional dan psikologisnya.

Misalnya membeli baju baru untuk merasa percaya diri atau membeli perangkat elektronik untuk menunjukkan status ekonomi. Hal ini sulit diatasi karena faktor psikososial yang kompleks.

Menjalani gaya hidup minimalis seperti orang Jepang sulit dilakukan oleh orang Indonesia  karena kombinasi dari banyak faktor seperti kesadaran akan nilai material, kondisi geografis dan kehidupan, budaya dan promosi belanja, tradisi dan gaya setempat, serta psikologi konsumen yang kuat.

Meskipun tantangan-tantangan ini nyata,  banyak masyarakat Indonesia yang mulai menyadari manfaat gaya hidup minimalis dan mencoba beradaptasi untuk  meningkatkan kualitas hidup dan menghemat sumber daya. RIZQI

Editor : Imron Arlado
#orang indonesia #psychology of concumption #ulang tahun #orang jepang #hidup minimalis