Lansia yang tinggal sebatang kara itu diduga sudah meninggal lebih dari dua hari. Ia terakhir kali terlihat saat menghadiri tahlilah tetangganya pada Sabtu (5/10).
Jasad Karsan kali pertama ditemukan adiknya, Kasiah, sekitar pukul 07.30 saat hendak mengantar makanan.
Duda itu sudah terbujur kaku di kamarnya dengan kondisi sebagian badan mulai melepuh.
"Menurut keterangan Bu Kasiah Sabtu malam masih ikut tahlilan di tetangga, diperkirakan meninggal Sabtu dini hari," kata Kepala Dusun Jombangan Syandhika Bagas Pradana.
Usai mendapati kakaknya telah meninggal, saksi lantas meminta bantuan tetangga dan diteruskan ke petugas kepolisian.
Kapolsek Dawarblandong Iptu Bakir menyatakan korban selama ini tinggal seorang diri.
Berdasarkan pemeriksaan tim inafis, tak ditemukan bekas kekerasan di tubuh Karsan. "Korban memiliki riwayat penyakit stroke," jelasnya.
Karena kondisinya itu pula, Karsan selama ini tak bekerja.
Dia hanya di rumah dan diantar makan oleh adiknya.
"Kemarin itu agak repot adiknya, sehingga tidak ke rumah korban," ujarnya.
Bakir menyebut, jasad korban sudah mengeluarkan aroma busuk sebab diduga sudah meninggal lebih dari dua hari.
Jasad korban saat ini telah dibawa ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, untuk pemeriksaan lebih lanjut. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah