Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Inilah Deretan Hewan yang Mengalami Menstruasi, Fakta Menarik yang Jarang Diketahui

Imron Arlado • Kamis, 3 Oktober 2024 | 01:25 WIB
Fenomena siklus reproduksi pada hewan, dari kera hingga kucing, mengungkap keragaman biologis yang penting untuk ekosistem.
Fenomena siklus reproduksi pada hewan, dari kera hingga kucing, mengungkap keragaman biologis yang penting untuk ekosistem.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Tidak hanya manusia yang mengalami siklus menstruasi, beberapa hewan juga melalui proses serupa sebagai bagian dari siklus reproduksi mereka.

Beberapa hewan tersebut diantaranya adalah anjing, kucing, kelelawar, tikus berduri, kera, dan masih banyak lagi.

Fenomena ini sering kali tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas, namun memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan populasi dan kelangsungan hidup spesies.

Fenomena siklus reproduksi pada kucing mengungkap keragaman biologis yang penting untuk ekosistem
Fenomena siklus reproduksi pada kucing mengungkap keragaman biologis yang penting untuk ekosistem

Meski sekilas terdengar unik, setiap spesies memiliki siklus reproduksi yang berbeda-beda.

Proses haid yang dialami oleh beberapa hewan ini dipengaruhi oleh faktor evolusi dan kebutuhan spesies tersebut untuk bertahan hidup dan berkembang biak.

Misalnya, anjing dan kucing mengalami siklus estrus yang mirip dengan haid, di mana tubuh mereka bersiap untuk kemungkinan kehamilan.

Kera yang memiliki kemiripan genetik dengan manusia, juga mengalami siklus menstruasi yang hampir sama.

Setiap hewan ini memiliki alasan biologis yang unik mengapa mereka melalui proses tersebut, mulai dari menjaga kesehatan reproduksi hingga mengatur masa kawin yang tepat.

Mengutip dari jurnal Biology of Reproduction, kera memiliki siklus menstruasi berkisar antara 21 hingga 37 hari dengan 2-4 hari lamanya.

Secara anatomi, kera memiliki proporsi tubuh yang mirip dengan manusia. Memiliki dua tangan, dua kaki, hingga bentuk wajah dengan letak hidung dan mata.

Melansir dari Center for Academic Research &Training Anthropogeny kera mempunyai siklus yang lebih lama daripada manusia. Siklus menstruasi gorilla 30-32 hari, orang utan 29 hari, sedangkan simpanse dengan paling banyak yakni 37 hari.

Selanjutnya kelelawar. Ada empat jenis kelelawar yang mengalami siklus haid, diantarannya kelelawar buah, kelelawar buah berekor, kelelelawar berlidah Panjang, dan yang terakhir kelelawar berlidah Panjang.

Melansir dari Science Daily, kelelawar buah memiliki siklus menstruasi yang hampir sama dengan perempuan. Siklus kelelawar buah adalah 33 hari dan mengalami perubahan hormon juga morfologi yang hampir sama dengan perempuan.

Ketiga, tikus berduri. Tikus dengan nama latin Acomys cahirinus adalah jenis hewan pengerat yang mampu mengalami menstruasi. Siklus menstruasi tikus berduri lebih singkat dibandingkan dengan manusia.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Nadia Bellofiore dan rekan-rekannya dalam artikel "A Missing Piece: The Spiny Mouse and The Puzzle of Menstruating Species" (2018), dijelaskan bahwa siklus menstruasi tikus berduri berlangsung antara 6 hingga 10 hari, dengan periode menstruasi rata-rata selama 3 hari.

Berikutnya adalah hewan yang kerap dijadikan pilihan untuk dipelihara, anjing. Anjing atau Canis lupus familiaris, adalah hewan peliharaan yang sangat dekat dengan manusia dan memiliki siklus reproduksi yang unik.

Berbeda dengan tikus berduri, anjing mengalami siklus estrus, yang sering disebut sebagai "heat," yang terjadi sekitar dua kali setahun.

Selama fase ini, anjing betina mengalami perubahan fisik dan perilaku yang menandakan kesiapan untuk kawin.

Siklus estrus anjing berlangsung sekitar 2 hingga 3 minggu, dan fase yang paling subur biasanya terjadi di pertengahan siklus. Anjing juga dikenal karena kesetiaannya dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan berbagai peran dalam kehidupan manusia.

Terakhir, kucing, merupakan spesies yang dikenal karena kecerdasan dan daya tariknya yang tinggi.

Kucing atau felis catus adalah hewan peliharaan yang sangat populer dan memiliki siklus reproduksi yang berbeda dari tikus berduri.

Kucing betina mengalami siklus estrus, yang juga dikenal sebagai "heat," yang terjadi beberapa kali dalam setahun.

Fase ini dapat berlangsung sekitar 1 hingga 3 minggu, dan kucing betina akan menunjukkan perilaku tertentu, seperti meowing lebih keras, gelisah, atau menggulung-gulung tubuhnya, sebagai tanda bahwa mereka siap untuk kawin.

Selama siklus ini, kucing dapat menjadi sangat menarik perhatian kucing jantan. Proses ini penting untuk reproduksi dan juga memainkan peran dalam perilaku sosial kucing.

Siklus reproduksi yang dialami oleh berbagai spesies hewan menunjukkan betapa beragamnya mekanisme yang ada di dunia satwa.

Dari kera hingga kucing, masing-masing memiliki cara unik untuk beradaptasi dan memastikan kelangsungan hidup mereka. Proses ini bukan hanya penting untuk reproduksi, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Aini

 

 

Editor : Imron Arlado
#kucing #siklus reproduksi #felis catus #dunia satwa #tikus berduri #anjing #kera #kelelawar #hewan menstruasi