Ia tercebur ke dasar sumur sedalam 25 meter saat hendak mengambil bangkai tikus. Beruntung korban dapat dievakuasi dalam kondisi selamat.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 ini dialami Khoirul Anam, 63. Ia nekat turun ke dasar sumur untuk mengambil bangkai tikus yang telah membusuk.
”Sudah dilarang sama adik, tapi bapak nekat turun sendiri pakai jangkangan kaki (tanpa tangga maupun tali). Dari dulu sudah biasa seperti itu,” ujar Achmad Anjar, anak korban.
Celakanya, saat menuruni sumur sendirian korban mendadak lemas.
Ia lantas tercebur ke dasar sumur yang dalamnya sekitar 25 meter. Mengetahui hal ini, pihak keluarga langsung menghubungi Damkar dan Polsek Kutorejo.
”Dipertengahan sumur itu mulai tidak kuat. Terus adik telpon saya juga,” jelasnya.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Mojokerto Parmanto menerangkan, evakuasi korban langsung dilakukan setelah menerima laporan. Untuk mengangkat korban, petugas menggunakan katrol tali berikut blower oksigen. Lebar sumur sekitar 1 meter dan kedalaman 25 meter jadi kendala tersendiri bagi petugas.
”Korban tidak bisa naik karena kehabisan tenaga dan kekurangan oksigen sehingga terjebak di dalam sumur sekitar 25 meter dari permukaan,” bebernya.
Khoirul berhasil diangkat ke peremukaan setelah setelah satu jam lamanya proses evakuasi.
”Evakuasi selesai sekitar pukul 16.20. Alhamdulillah korban bisa dievakuasi dalam keadaan selamat,” tandas Parmanto.
Oleh petugas, Khoirul langsung dilarikan ke IGD RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk mendapat perawatan medis.
”Korban dalam kondisi selamat, sudah dievakuasi ke rumah sakit,” tambah Kapolsek Kutorejo Iptu Agus Hariyanto, terpisah.
Menurut kepolisian, peristiwa ini berawal dari keresahan korban yangmencium bau busuk bangkai yang bersumber dari sumur.
”Sejak pagi sekitar pukul 07.00 korban mencium bau bangkai dari dalam sumur. Korban sempat berusaha ambil bangkai tikus dengan timba, tapi bangkai itu justru tenggelam,” urai kapolsek.
Hingga akhirnya Khoirul nekat turun ke dasar sumur untuk mengambil bangkai secara manual tersebut. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah