Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dua Merek Andalan Emak-Emak, Quantum dan Tupperware Kompak Bangkrut

Imron Arlado • Kamis, 19 September 2024 | 04:10 WIB
Ada apa dengan Quantum dan Tupperware yang bangkrut bersama? Sumber: dok. Tupperware.coid dan Instagram @quantum_indonesia.
Ada apa dengan Quantum dan Tupperware yang bangkrut bersama? Sumber: dok. Tupperware.coid dan Instagram @quantum_indonesia.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO -  Dua merek perlengkapan rumah tangga andalan emak-emak Indonesia, Quantum dan Tupperware  kompak mengalami kebangkrutan pada 2024.

Quantum lebih dulu merasakan kebangkrutan setelah Juli 2024 PT Aditec Cakrawiyasa, perusahaan produsen kompor gas, regulator, dan selang Quantum dinyatakan pailit.

Awal mula bangkrutnya Quantum sudah terendus sejak 2019 ketika PT Aditec mengajukan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Setelah itu PT Aditec masih berusaha terus menjalankan produksi namun hasilnya penjualan Quantum terus merosot.

”Kita coba jalan (lagi) pasca Covid, tapi jualan agak drop sedangkan fixed cost naik terus,” ujar Iwan Budi Buana, Direktur PT Aditec Cakrawiyasa.

PT Aditec Cakrawiyasa juga memiliki tagihan yang lebih besar dari aset yang dimiliki. Tagihan yang harus dibayarkan adalah Rp 660 miliar sedangkan aset perusahaan hanya Rp 100 miliar.

Oleh sebabnya, Iwan memutuskan untuk melakukan PHK massal ketika kondisi keuangan perusahan kian memburuk.

”Dulu (karyawan) sampai 700-800 orang, lalu turun ke 500-600 orang. Ekonomi lagi enggak bagus, daya beli juga turun, penjualan kita juga drop,” ujarnya.

Rupanya kisah malang bangkrutnya Quantum pada Juli lalu kini diikuti merek andalan emak-emak lainnya, Tupperware.

Tupperware dikabarkan sedang bersiap mengajukan kebangkrutan pada pekan ini. Alasan di balik pengajuan kebangkrutan tersebut karena pihak Tupperware meragukan untuk tetap menjalankan roda bisnis.

Menurut dokumen permohonan kebangkrutan yang diajukan, Tupperware hanya memiliki aset sebesar US$500 juta-US$1 miliar. Sedangkan mereka punya kewajiban membayar US$1 miliar-US$10 miliar.

Saham perusahaan pun telah anjlok 15,8 persen setelah kabar kebangkrutan tersebut. Bursa saham New York juga mengatakan Tupperware dalam bahaya dihapuskan dari pasar saham karena kala itu terlambat mengajukan laporan tahunannya.

Catatan total utang yang melilit perusahaan Tupperware per September 2023 yaitu mencapai US$ 777 juta atau setara Rp 12 triliun.

Namun, para pemberi pinjaman sepakat pada 2024 ini akan memberikan kelonggaran atas persyaratan pinjaman yang dilanggar.

Tetapi kondisi perusahaan berkata lain, keuangan Tupperware kian memburuk. Merek wadah dapur andalan emak-emak itu juga diketahui mengalami penurunan penjualan dalam kurun waktu 3 tahun ini.

Penjualan turun 18 persen menjadi sekitar US$ 1,3 miliar pada tahun 2022 dari tahun 2021.

Imbas dari kondisi yang memburuk itu, Juni 2024, perusahaan Tupperware berencana menutup satu-satunya pabriknya di Amerika Serikat/AS dan memberhentikan karyawan hampir 150 orang. Hilmy H

 

 

Editor : Imron Arlado
#perusahaan bangkrut #perlengkapan rumah tangga #quantum #penundaan kewajiban pembayaran utang #pkpu #phk #Dampak Covid 19 #tupperware #PT Aditec Cakrawiyasa #bursa saham #pemutusan hubungan kerja