JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Dalam pencarian untuk memahami faktor yang memengaruhi harapan hidup, muncul sebuah temuan menarik! Orang dengan postur tubuh yang lebih pendek, memiliki kecenderungan untuk hidup lebih lama.
Penelitian terbaru menunjukkan ada hubungan signifikan antara tinggi badan dan umur panjang. Meskipun hal ini mungkin terdengar mengejutkan, beberapa studi menunjukkan bahwa individu dengan postur tubuh yang lebih pendek mungkin memiliki keuntungan dalam hal harapan hidup.
Salah satu penjelasan yang diajukan adalah bahwa genetik yang memengaruhi pertumbuhan tubuh juga berperan dalam proses penuaan.
Misalnya, gen FOXO3 yang sering dikaitkan dengan umur panjang ditemukan lebih aktif pada orang bertubuh pendek.
Mengutip Dr Bradley Wilcox, professor di Universitas Hawaii mengatakan bahwa jika memiliki salah satu gen pelindung seperti FOXO3 dari ayah atau ibu, maka hal tersebut akan membuat seseorang berpeluang hidup hingga seratus tahun. Jika keduanya memiliki maka dapat diperkirakan dapat hidup hingga di atas seratus tahun.
Manusia yang memiliki gen ini hanya berkisar 40 persen. Dari penelitian ini, muncul pernyataan bahwa orang yang berpostur tinggi memiliki sel yang digunakan selama hidup, sedangkan orang yang bertubuh pendek mempunyai cadangan sel yang dapat digunakan dalam kemudian hari.
Menurut Jean-Marie Robine, pakar umur panjang, alasan biologisnya mungkin karena individu yang lebih tinggi membutuhkan lebih banyak replikasi sel untuk memenuhi kebutuhan tubuh mereka, yang pada gilirannya dapat mempercepat proses kelelahan dan penuaan.
Dilansir dari CBCN Make It, Robine juga membagikan hipotesisnya bahwa perempuan lebih kebal terhadap kematian dibanding laki-laki dikarenakan perempuan lebih kebal terhadap kesulitan.
Selain faktor biologis, Robine juga mengemukakan bahwa perbedaan dalam harapan hidup antara pria dan wanita dapat dipengaruhi oleh faktor sosial dan perilaku.
Misalnya, wanita umumnya memiliki kecenderungan untuk lebih memelihara kesehatan dan lebih berhati-hati dalam menjalani gaya hidup yang sehat dibandingkan pria.
Mereka juga sering kali lebih aktif dalam membangun dan mempertahankan jaringan sosial yang kuat, yang dapat memberikan dukungan emosional dan psikologis yang penting.
Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa umur panjang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti diet dan olahraga, tetapi juga oleh faktor-faktor internal seperti genetika dan mekanisme biologis yang mendasarinya.
Dengan mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana tubuh kita berfungsi dan bagaimana faktor-faktor ini saling berinteraksi, kita dapat lebih baik mempersiapkan diri untuk hidup sehat dan panjang. Aini
Editor : Imron Arlado