Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gempa Susulan di Bandung dan Garut Capai 20 Kali. BMKG Imbau Warga Lakukan Hal Ini

Imron Arlado • Kamis, 19 September 2024 | 01:52 WIB
Telah terjadi 20 kali gempa bumi susulan di Bandung dan Garut. Sumber: dok. X BMKG @infoBMKG
Telah terjadi 20 kali gempa bumi susulan di Bandung dan Garut. Sumber: dok. X BMKG @infoBMKG

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kepanikan dialami warga Bandung, Rabu (18/9) pukul 09.41. Pagi itu, getaran barang-barang di dalam rumah terasa begitu hebat. Warga pun berhamburan ke luar dan berusaha menyelamatkan diri. 

BMKG mencatat, guncangan itu akibat gempa dengan kekuatan magnitudo 5,0 dengan kedalaman 10 kilometer di Kabupaten Bandung.

Titik koordinat pusat terjadinya gempa di Bandung berada  di 7,23° LS ; 107,65° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 25 kilometer tenggara Kabupaten Bandung.

Meskipun BMKG menyebut gempa tersebut tidak berpotensi mengundang tsunami, tetapi gempa tersebut berpotensi menimbulkan gempa susulan. Oleh karenanya BMKG imbau warga untuk hati-hati.

”Saran BMKG hati-hati terhadap gempa bumi susulan,” kata BMKG.

Tidak berselang lama dari gempa tersebut, Kabupaten Garut yang berjarak 129 kilometer dengan Kabupaten Bandung juga alami gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 2,5.

Hingga pukul 14.56 sesuai monitoring BMKG, total gempa susulan yang terjadi di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut yaitu 20 kali.

Jumlah gempa susulan yang tinggi tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu.

”Total ada 20 gempa susulan. Kalau dengan gempa utama jumlahnya 21 kali gempa,” ujar Teguh.

Teguh juga menjelaskan bahwasannya terdapat gempa susulan yang masih berkekuatan tinggi capai magnitudo 3,6.

”Magnitudo susulan terbesar magnitudo 3,6,” imbuhnya.

Menganalisis dari banyaknya gempa susulan, BMKG menyebut ada aktivitas Sesar Gersela pada gempa Bandung.

Daryono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG mengatakan jenis gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal). 

”Dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Garsela. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal),” jelas Daryono.

Ia juga mengonfirmasi bahwa ada 8 wilayah yang merasakan guncangan dari gempa ini.

8 wilayah tersebut yaitu daerah Majalaya, Banjaran, Lembang, parompong, Bandung Barat, Baleendah, Garut, dan Cileunyi. Hilmy H

 

 

 

 

 

Editor : Imron Arlado
#gempa hari ini #Sesar Garsela #gempa megathrust #gempa bandung #gempa susulan #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #kabupaten bandung #BMKG