Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Diduga, api dipicu pemilik toko yang lupa mematikan kompor.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.30 ini melanda ruko milik Hermono, 45. Kapolsek Ngoro Kompol Heru Purwandi menturkan, kali pertama kebakaran diketahui Indah Widarti, 38, istri Hermono, yang melohat kobaran api di area dapur.
"Saat itu, istri korban baru saja pulang kerja. Saat masuk ke dalam rumah melihat api membakar perabot di dapur," ujarnya, Rabu (18/9).
Sontak, Indah berteriak meminta pertolongan warga.
Teriakan istrinya ini sekaligus membangunkan Hermono yang tertidur.
Warga dan korban langsung berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
"Api semakin membesar karena menjalar ke tempat servis dan membakar barang-barang elektronik," ungkapnya.
Dua unit PMK Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto dikerahkan untuk pemadaman.
Petugas berjibaku melokalisir api agar tak semakin merembet ke bangunan sekitar. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00.
"Area yang terdampak kebakaran sekitar 4x8 meter persegi, terutama area dapur," ujar Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Akhmad Yani, menambahkan.
Kapolsek memastikan, tidak ada korban jiwa akibat kebakaran ini. Diduga kebakaran dipicu dari api kompor yang lupa dimatikan korban.
"Diperkirakan api berasal dari kompor yang lupa dimatikan saat memasak air dan ditinggal korban (Hermono) sampai ketiduran," beber Heru.
Akibatnya, hampir seluruh bangunan rumah berikut perabot dan barang-barang elektronik di toko servis milik korban ludes terbakar.
"Untuk korban jiwa nihil. Kerugian materi ditaksir sekitar Rp 30 juta," tandas kapolsek. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah