Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Indonesia dalam Sehari Alami 13 Kali Gempa. Kenapa Banyak Sekali? Inilah Alasannya

Imron Arlado • Rabu, 18 September 2024 | 02:44 WIB
Inilah penjelasan BMKG tentang Indonesia yang kerap alami gempa bumi. Sumber: Instagram @daryonobmkg
Inilah penjelasan BMKG tentang Indonesia yang kerap alami gempa bumi. Sumber: Instagram @daryonobmkg

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Hari ini, Selasa (17/9) BMKG melaporkan bahwa Indonesia mengalami 13 kali gempa bumi dalam sehari. Dari 13 guncangan tersebut rupanya paling banyak terjadi di Banten dan Banjarnegara.

Gempa bumi hari ini pertama kali mengguncang Sulawesi Utara dengan kekuatan magnitudo 3.3 pada pukul 03:14:56 WIB. Titik lokasi detailnya berada di 3.30 LU sampai dengan 126.20BT. Menurut catatan BMKG, kedalaman gempa berada di 185 kilometer.

Selang satu jam kemudian Banten juga diguncang gempa dengan kekuatan magnitudo 4.1,  pada pukul 04:46:29 WIB di kedalaman 20 kilometer.

Ternyata gempa di Bayah, Banten berpotensi alami gempa susulan hingga 4 kali dengan kekuatan getaran yang naik secara signifikan.

Gempa kedua hanya berjarak 1 detik dengan gempa pertama. Namun, kekuatan guncangannya naik menjadi magnitudo 4.2 dengan kedalaman 22 kilometer.

Di gempa kedua itu terdapat 4 wilayah yang terdampak yaitu  Muara Binuangeun, Desa Ujung Genteng, Pelabuhan Ratu, dan Surade

Gempa selanjutnya berkekuatan magnitudo 4.4 dengan selang waktu 4 menit, yaitu pada pukul 05:50:52 WIB dengan kedalaman 40 kilometer.

Sampai pada gempa terakhir yang mengguncang Banten pada pukul 05:50:51 WIB dengan kekuatan magnitudo 4.6 dengan kedalaman 34 kilometer yang dirasakan masyarakat di Sumur,  Muara Binuangeun, Panimbang,  Cibaliung, Sindangkerta, dan Sobang.

Bergeser dari Banten, pada pukul  07:15:21 WIB Gorontalo Utara diguncang gempa dengan kekuatan magnitudo 3.2. Titik lokasi guncangan tepatnya berada di 0.94 LU sampai dengan  122.65 BT dengan kedalaman 47 kilometer.

Menurut catatan BMKG, gempa di Gorontalo tersebut hingga kini belum terdeteksi akan alami guncangan gempa susulan.

Setelah terjadi gempa di Gorontalo, saat itulah mulai terjadi gempa berturut-turut di Banjarnegara, Jawa Tengah. Berdasarkan catatan BMKG, Banjarnegara alami 3 kali gempa dalam kurun waktu kurang dari 3 jam.

Berbeda dengan gempa di Banten yang terus mengalami kenaikan kekuatan getaran. Tiga kali gempa yang terjadi di Banjarnegara memiliki kekuatan yang naik turun.

Gempa pertama terjadi dengan kekuatan  magnitudo 2.9 pada pukul 08:15:21 WIB, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa kedua berkekuatan magnitudo 3.0  dengan kedalaman 8 kilometer.

Dan di gempa ketiga, kekuatan getaran kembali turun menjadi magnitudo 2,7 pada pukul 10:53:38 WIB dengan kedalaman 10 kilometer.

Selang satu detik kemudian gempa keempat terjadi pada pukul 10:53:39 WIB dengan kekuatan yang sama yaitu magnitudo 2,7. Hanya saja di guncangan keempat ini, kedalaman gempa yaitu 5 kilometer.

Kemudian dari Jawa Tengah bergeser ke wilayah timur Indonesia. Telah terjadi gempa di Papua dengan kekuatan magnitudo 4,9. pada pukul  09:55:09 WIB.

BMKG mencatat getaran tersebut terjadi di 2.60 LS sampai 142.15  BT. Pusatnya berada di  175 kilometer Timur Laut Keerom, Papua dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa ke-12 hari ini terjadi di Sulawesi Utara dengan kekuatan magnitudo 4.7 pada pukul 11:14:32 WIB. Titik lokasi berada di :0.78 LU sampai dengan 124.03 BT.

Pusat getaran gempa berada di 11 kilometer Tenggara Lolak, Bolmong, Sulawesi Utara dengan kedalaman 10 kilometer.  

Gempa ke-13 di Indonesia hari ini terjadi pada pukul 11:59:49 WIB di Nusa Tenggara Timur dengan kekuatan magnitudo 3.5.

Titik lokasi berada di 9.26 LS sampai dengan 118.82 BT dengan pusat getaran yang beraa di 41 kilometer Barat Laut Kodi, Sumba, NTT di kedalaman 61 kilometer.

Kejadian gempa yang mengguncang Indonesia lebih dari 10 kali dalam sehari ini rupanya bukan pertama kali. Menurut catatan BMKG, di pertengahan bulan Agustus, Indonesia juga kerap alami gempa lebih dari 10 kali dalam sehari.

Apa alasan Indonesia sering alami gempa bumi?

Daryono, Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG menyebut kondisi geografis Indonesia berpengaruh pada seringnya terjadi gempa di Indonesia.

”Wilayah Indonesia itu sangat berpotensi terjadi gempa bumi karena posisinya yanng berada di pertemuan tiga lempeng utama dunia, yaitu Eurasia, Indoaustralia, dan Pasifik,” ujarnya.

Ahli geologi tersebut juga menjelaskan adanya lempeng aktif yang berada di wilayah Indonesia.

”Dari tumbukan ini terimplikasi adanya sekitar enam tumbukan lempeng aktif yang berpotensi memicu terjadinya gempa kuat,” tambah Daryono.

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG itu juga menjelaskan bahwa Indonesia sangat kaya dengan sebaran sesar aktif.

Terdapat lebih dari 200 sesar aktif yang sudah terpetakan. Namun juga masih banyak sesar aktif yang belum terpetakan.

Oleh karenanya, Daryono menyebut tidak heran jika wilayah Indonesia mengalami gempa lebih dari 10 kali dalam sehari. Hilmy H

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Imron Arlado
#gempa bumi #pelabuhan ratu #gempa megathrust #Sulawesi utara #Panimbang #banjarnegara #gorontalo #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #BMKG