Sejauh ini belum diketahui identitas korban. Namun, dari ciri-ciri fisiknya korban berusia sekitar 35 tahun.
Suyitno, petugas Tahura yang pertama kali menemukan mayat korban mengatakan dirinya tengah patroli di jalur hutan kawasan Lemah Abang yang sedang sepi.
Sekitar pukul 09.00, ia berhenti di lokasi untuk memantau kondisi.
Sebab, sebelumnya di sana dilakukan pelepasan ular yang beberapa waktu lalu ditangkap.
"Barangkali ularnya ke jalan sehingga kami pantau, ternyata ada mayat," jelasnya.
Mayat korban berada di jurang sisi timur jalan atau sebelah kiri jalan dari arah Mojokerto.
Menurutnya, korban seorang perempuan dewasa. "Umur sekitar 35 tahun," imbuhnya.
Korban dalam posisi telentang. Dia memiliki rambut panjang yang diikat dengan pengikat warna putih.
Korban mengenakan setelah baju polos warna merah muda dan celana hitam.
"Setelah itu saya potret lalu turun untuk mencari sinyal dan melapor ke teman-teman polisi," imbuhnya.
Suyitno mengaku tak melihat barang apapun di sekitar jasad korban.
Pun demikian dengan kendaraan motor atau jejaknya di sekitar tempat kejadian perkara.
Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Nova Indra Pratama mengatakan jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong.
Pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti tewasnya korban.
"Tidak ada (barang bukti di lokasi) masih kami cek lagi," ujarnya.
Dari foto korban yang dilihat Jawa Pos Radar Mojokerto, terdapat jejak darah di sekitar bibir dan hidung korban.
Dia mengenakan lipstik dan masih ada bekas make up di wajahnya.
Baju yang dipakai memiliki hiasan renda putih di bagian depan. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah