JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Bursa mata uang kripto terbesar di Indonesia milik PT Indodax Nasional Indonesia, Indodax dilaporkan mengalami insiden peretasan atau hacking besar-besaran hingga mengakibatkan kerugian sekitar US$18,2 juta atau setara dengan Rp 280 miliar pada Rabu, (11/9/24).
Diketahui, per April 2024, sebanyak 6,7 juta orang yaitu sekitar 33% dari 20,16 juta investor kripto di Indonesia yang menggunakan Indodax.
Menanggapi permasalahan tersebut, Executive Director Indonesia Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi buka suara untuk melindungi aset dan mencegah kerugian lebih lanjut kepada para investor kripto Indonesia.
Heru Sutadi meminta kepada seluruh investor untuk segera mengubah password akun bank yang terhubung langsung ke platform Indodax.
''Investor ini harus mengubah password, sebagai Langkah jaga-jaga kan kita. Apakah memang dia mungkin saja password para investor ini sudah diambil, data diubah kan selain mereka platform mereka ini kan punya data pribadi kita, hati-hati itu,'' kata Heru Sutadi, dikutip dari keterangan tertulis pada Kamis, (12/9).
Menurutnya, salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko peresatan tersebut yaitu dengan cara mengubah password.
Hal ini sejalan dengan para investor kripto yang telah melibatkan uang dalam jumlah besar, sehingga diperlukan perlindungan ekstra untuk melindungi aset dari potensi berbahaya.
''Kan orang-orang yang investasi di kripto ini bukan masukin uang receh, besar sekali. Nah ini harus ada upaya itu. Kemudian yang kedua ini masalah ini harus dicari jangan kemudian gak ada informasi lanjutannya, tau-tau beres,'' tegas Heru Sutadi.
Sementara itu, Indodax hingga saat ini masih dalam posisi perbaikan dan tidak dapat diakses. Tim Indodax masih melakukan investigasi mengenai peretasan pada platformnya.
Sebelumnya, insiden tersebut pertama kali dilaporkan oleh perusahaan keamanan Web3, Cyvers Alerts pada aplikasi Twitter atau X yang mengungkapkan bahwa Indodax telah mengalami lebih dari 150 transaksi mencurigakan yang diduga peretasan.
Baca Juga: Selain Jadi Pengangguran, PNS Mojokerto yang Selingkuh Ini Juga Terancam Dibui
''Kami telah mendeteksi lebih dari 150 transaksi dan total kerugian $18,2 juta, @indodax mohon ambil tindakan.'' tulis perusahaan tersebut di akun X @CyversAlerts, Rabu (11/9).
Selain itu, CEO Indodax, Oscar Darmawan dan Chief Technology Officer (CTO) Indodax, William Sutanto, memastikan jika saldo para pengguna tetap aman dan menegaskan bahwa pihaknya akan menanggung kerugian dari kasus peretasan ini.
''Untuk pengguna Indodax tidak perlu khawatir karena Indodax akan menanggung kerugian atas kasus hacking ini. Your assets are SAFU,'' ujar Willian Sutanto.
Diketahui bahwa, SAFU atau Secure Asset Fund for Users merupakan istilah umum dalam dunia kripto. Memiliki arti Aset Aman untuk Pengguna, yang berarti cadangan dana yang disisihkan untuk melindungi aset pengguna dari potensi kerugian atau peretasan.
Indodax juga mengkonfirmasi apabila proses pemeliharaan ini akan menjaga keamanan transaksi pengguna dan akan memberikan kabar jika investigasi selesai dilakukan. (SALSSS)
Editor : Imron Arlado