JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Indodax adalah salah satu pionir perdagangan aset kripto di Indonesia yang saat ini diduga mengalami aksi peretasan. Hal tersebut diungkap di X oleh akun @CyversAlerts di X yang merupakan perusahaan keamanan Web3, Cyvers Alerts.
Cyvers Alerts mengungkapkan bahwa sistemnya mendeteksi beberapa transaksi mencurigakan yang melibatkan Indodax di jaringan yang berbeda. Transaksi tersebut tercatat sudah menampung aset senilai sekitar US$ 14,4 juta (sekitar Rp 221 miliar) yang kemudian ditukarkan menjadi Ether.
Menanggapi hal tersebut, Indodax mengatakan akan melakukan pemeliharaan menyeluruh untuk memastikan seluruh sistem bekerja dengan baik.
"Saat ini, kami sedang melakukan pemeliharaan menyeluruh untuk memastikan seluruh sistem beroperasi dengan baik," tulis Indodax dalam laman resminya.
Selama proses pemulihan, platform web dan aplikasi Indodax sementara tidak bisa diakses. Indodax juga menjamin bahwa saldo konsumen 100 persen aman.
"Namun jangan khawatir, dapat kami pastikan bahwa saldo Anda tetap 100% aman, baik secara kripto maupun Rupiah." terang Indodax.
Menanggapi hal tersebut, William Susanto, selaku Chief Technology Officer ( CTO ) Indodax juga menyampaikan informasi kebenaran terkait Indodax yang mengalami peretasan melalui akunnya @WilliamSutant0 di platform X.
"Halo member Indodax, saya ingin konfirmasi bahwa benar terjadi security incident pagi ini. Saat ini team sedang melakukan investigasi penuh untuk mencari tahu celah keamanan yang dieksploitasi. Untuk sementara semua fitur Indodax dihentikan, kami mohon maaf atas kejadian ini," kata William di akun X resminya.
Selain itu, William juga menyatakan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab atas insiden yang menimpa perusahaan rintisannya tersebut bersama Oscar Darmawan.
"Kami masih dalam proses investigasi kasus ini. Untuk pengguna Indodax tidak perlu khawatir karena Indodax akan menanggung kerugian atas kasus hacking ini. Your assets are SAFU," lanjut William melalui akun X nya.
Bagi pengguna Indodax ataupun nasabah, dimohon untuk bersabar dan mengikuti terus perkembangan dari platform Indodax. Pemeliharaan platform akan dilakukan demi menjaga kenyamanan transaksi pengguna. Nailul
Editor : Imron Arlado