Angkutan barang tanpa muatan ini nyaris tercebur ke Kali Porong usai menghantam pagar sisi jembatan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.30 ini dialami truk gandeng nopol S 8009 UU yang disopiri Wartono, 56, warga Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Ketika itu, ia baru saja bongkar muatan jagung di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP).
Petaka terjadi saat Wartono melintas di jembatan Ngrame ruas Mojosari - Prambon melihat ada salah satu pemotor hilang kendali.
"Tadi saya mau kembali ke Surabaya dari Ngoro. Ada pemotor bonceng tiga yang ngantuk sampai jatuh. Jadi saya banting setir ke kanan daripada mereka ketabrak," sebut Wartono, di lokasi.
Saat banting setir itu, lanjut Wartono, gandengan truk yang disopirinya bablas naik ke trotoar sisi kanan hingga menabrak pembatas jembatan sampai jebol.
Akibatnya, gandengan truk nyungsep di sisi jembatan. Sedangkan badan truk tetap berada di ruas jalan.
Posisinya yang melintang membuat ruas jalan Mojosari - Prambon di atas jembatan ditutup sementara.
"Setelah jatuh, pemotor itu langsung pergi. Ini gandengannya nggak sampai putus," urai pria berambut gondrong ini.
Proses evakuasi gandengan truk yang melibatkan satu mobil derek dan forklift memakan lebih dari satu jam lamanya.
Contraflow diberlakukan di ruas jembatan Prambon - Mojosari hingga evakuasi tuntas sekitar pukul 13.00.
Baca Juga: Truk Sambar Supra X, Satu Tewas, Motor Korban Nyungsep di Kolong Bawah Ruang Kemudi
"Tidak ada korban jiwa, sopir truk selamat. Pemotor dan truk gandeng tidak sampai bersinggungan," ujar Kapolsek Pungging Iptu Selimat.
Menurutnya, kecelakaan terjadi akibat truk banting setir menghindari pemotor yang belum diketahui identitasnya tersebut.
Truk gandeng nahas tersebut telah diamankan Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto.
"Terkait kerusakan pada jembatan yang ditimbulkan dari kecelakaan ini, akan ditindaklanjuti oleh Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto," tukas kapolsek. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah