Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Guncangan Gempa Megathrust Berlangsung selama Dua Menit, Jawa Barat hingga Jakarta Masuk Zona Kuning

Imron Arlado • Selasa, 3 September 2024 | 23:49 WIB
Seismograf menjadi salah satu alat deteksi gempa yang telah dipasang BMKG di sejumlah lokasi yang berpotensi terjadi gempa megathrust.
Seismograf menjadi salah satu alat deteksi gempa yang telah dipasang BMKG di sejumlah lokasi yang berpotensi terjadi gempa megathrust.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Peneliti Ahli Pusat Riset Kebencanaan Geologi di Badan Riset Inovasi Nasional ( BRIN ) Nuraini Rahma Hanifa menjelaskan, bidang gempa megathrust yang terdapat di Indonesia bisa menimbulkan tsunami dari dari barat Sumatera sampai selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Beberapa bidang lain yang berada di Sulawesi dan Papua juga memiliki potensi yang sama. "Totalnya terbagi dalam 15 segmen atau bagian," katanya.

Menurutnya setelah tragedi Gempa Aceh 2004, beberapa segmen megathrust di sekitarnya mulai mencetuskan energinya. Efeknya pun terjadi di beberapa wilayah seperti Gempa Nias, Gempa Bengkulu, Gempa Pangandaran, dan Gempa Pacitan.

Berdasarkan informasi dari Pusat Studi Gempa nasional, estimasi gempa besar terjadi di kisaran maksimum seperti segmen Aceh-Andaman yang telah pecah pada 2004 lewat gempa bermagnitudo 9,2. Adapun segmen Nias-Simeuleu maksimal bermagnitudo (Mmax) 8,9.

Potensi gempa megathrust yang lain seperti Segmen Kepulauan Batu adalah Mmax 8,2; segmen Mentawai-Siberut Mmax 8,7; Mentawai-Pagai Mmax 8,9; dan Enggano Mmax 8,8. Berbelok ke selatan Jawa, segmen megathrust Selat Sunda-Banten memiliki Mmax 8,8; segmen Jawa Barat Mmax 8,8; segmen Jawa Tengah-Jawa Timur Mmax 8,9.

Kemudian segmen Bali Mmax 9,0; segmen Nusa Tenggara Timur Mmax 8,7; Nusa Tenggara Barat Mmax 8,9; Laut Banda Selatan Mmax 7,4. Adapun segmen Sulawesi bagian utara punya potensi Mmax 8,5; dan segmen Filipina-Maluku Mmax 8,2.

Berdasarkan tingkat bahaya dan potensi jumlah penduduk yang terdampak, menurut Rahma, risiko tertinggi megathrust didominasi Pulau Jawa.

Di perairan Selatan Jawa, dia menuturkan, terbentang bidang megathrust sepanjang 1000 kilometer dengan lebar 200 kilometer yang terhitung dari Selat Sunda sampai Bali.

Bidang megathrust seukuran Pulau Jawa itu merupakan daerah penunjaman lempeng Samudera Indo-Australia ke bawah lempeng benua atau kontinental Eurasia hingga kedalaman 60 kilometer.

Rahma mencontohkan, dampak itu untuk segmen Jawa Barat dengan potensi gempa maksimal bermagnitudo 8,8.

Dari hasil skenario atau simulasi, durasi guncangan gempa utama sekitar dua menit. Akibat gempa megathrust itu seluruh Jawa Barat termasuk Banten dan Jakarta, warna petanya menjadi kuning.

“Intensitas gempanya VI-VIII MMI, kalau bangunan belum didesain dengan baik akan roboh,” ujarnya.

Skala intensitas gempa VI MMI menurut keterangan BMKG artinya getaran lindu dirasakan oleh semua penduduk hingga banyak yang terkejut dan berlarian ke luar rumah.

Guncangan gempa juga menyebabkan plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik mengalami kerusakan ringan.

Sedangkan skala intensitas VIII MMI, artinya gempa sampai menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat.

Pada bangunan yang konstruksinya kurang baik, akan timbul retakan hingga dinding dapat lepas dari rangka rumah, pun merobohkan cerobong asap pabrik dan monumen serta membuat air menjadi keruh.

Dengan kekuatan gempa sebesar itu dan lama guncangan yang dirasakan sekitar 20 detik, menurut Rahma, bisa sampai membuat orang sulit untuk berdiri.

Dari hasil pemodelan tsunami juga diketahui, ketinggian air laut berkisar 5-20 meter di pesisir seperti di daerah Lebak, Banten. "Waktu kedatangan tsunami hingga sampai ke daratan berkisar 15-20 menit." (SAFFA)

Editor : Imron Arlado
#gempa aceh #papua #gempa megathrust #selatan jawa #sulawesi #jakarta #jawa barat #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #badan riset inovasi nasional #skala gempa #dampak gempa #selat sunda #BMKG #brin #pusat studi gempa nasional