Sejumlah agenda dilakukan oleh Fujita Sensesi antara lain podcast di kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto. Pada hari yang sama juga perkenalan di kelas dengan sambutan antusias para siswa.
Kepala MAN 2 Mojokerto Drs Rahmad Basuki, M.Pd, yang turut menyambut kehadiran rombongan menjelaskan, kehadiran guru Bahasa Jepang dari Nihongo Partner (NP).
Ini karena pihaknya kerja sama dengan The Japan Foundation yang berkenaan dengan pembelajaran bahasa Jepang. Ini merupakan pilot projectdi madrasah Indonesia karena hanya di MAN 2 Mojokerto dan MAN 1 Bandung Barat Jawa Barat
"Selama ini The Japan Fondation bekerja sama dengan SMA. Sejak tahun ini, kerja sama dengan madrasah. Dan, MAN 2 Mojokerto dipilih untuk program ini yang kali pertama di Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, kedatangan relawan penutur asli berbahasa Jepang di sekolah MAN 2 Mojokerto ini bentuk kerja sama yang baik untuk meningkatkan mutu kualitas pendidikan, khususnya di bidang Bahasa Jepang. Selain itu, melalui program ini para siswa bisa go international ke jepang.
"Karena kita ingin peningkatan SDM (sumber daya manusia, red) siswa yang berkualitas khususnya dalam pembelajaran bahasa Jepang. Sehingga, kita perlu relawan pengajar dari Japan Foundation untuk pendampingan bagi guru Bahasa Jepang dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Jepang di sekolah ini,” tandasnya.
Yulia, guru Bahasa Jepang MAN 2 Mojokerto menjelaskan, proses kerja sama ini awalnya berupa MOC antara The Japan Foundation dengan Kementerian Agama RI Jakarta pada 2023.
Setelah MOC ditandatangani kedua pihak, JF mengadakan seleksi penempatan NP (Nihongo Partners) di madrasah.
''MAN 2 Mojokerto ikut mendaftar, setelah melewati screening ketat. MAN 2 Mojokerto dinyatakan lolos seleksi dan berhak menerima native speaker," jelasnya.
Octavia Khoman selaku Senior Coordinator Nihongo Partners Program mengucapkan terima kasih telah diterima dengan baik di MAN 2 Mojokerto.
Kegiatan ini merupakan program Nihongo Partners yang merupakan program native speaker. Yaitu asisten menjadi guru Bahasa Jepang di sekolah tingkat menengah di Indonesia, dalam hal ini khususnya madrasah.
"Tujuannya untuk memperkenalkan kebudayaan Jepang dan Bahasa Jepang, serta berinteraksi langsung dengan para siswa yang belajar Bahasa Jepang,” jelas Octavia Khoman.
Pihaknya mengatakan, sebelumnya kami sudah melakukan kegiatan seperti ini dengan SMA dan SMK. Pada 2024 ini kerja sama dengan Kemenag untuk melakukan kerja sama dengan madrasah aliyah di Indonesia.
"Jawa Timur dan Jawa Barat ini sebagai pilot project-nya. Dan untuk memulainya, kami awali dengan kunjungan singkat se-Indonesia utamanya di MAN 2. Untuk native speaker-nya biasanya bertugas selama tiga hingga 7 bulan,” katanya.
"Untuk kerja sama The Japan Foundation melalui Relawan Nihongo Partners prosesnya panjang dan akhirnya MAN 2 Mojokerto terpilih sebagai tempat kerja sama. Semoga ini bisa berlanjut dan bermanfaat," jelas Octavia Khoman. (bas/fen)
Editor : Fendy Hermansyah