Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tiga Kabupaten di Pantai Barat Sumatera Utara Berpotensi Terdampak Gempa Megathrust, Ini Detailnya

Imron Arlado • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 03:26 WIB

 

Pantai Barat Sumatera Utara Berpotensi Terkena Dampak Gempa Megathrust.
Pantai Barat Sumatera Utara Berpotensi Terkena Dampak Gempa Megathrust.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) mengatakan bahwa gempa megathrust di Indonesia tinggal menunggu waktu. Salah satu wilayah yang berpotensi terkena dampak gempa megathrust adalah Sumatera.

Wilayah Sumatera sangat rawan terhadap gempa bumi besar yang bersumber dari zona subduksi di sepanjang lautan maupun zona sesar di sepanjang daratan Pulau Sumatera.

Sedangkan wilayah Pantai Barat Sumatera Utara ( Sumut ) berpotensi terkena dampak gempa megathrust dengan magnitudo 8,7.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Deli Serdang Agus Riyanto mengatakan bahwa wilayah Pantai Barat Sumut terdapat tiga wilayah yang merupakan wilayah aktif gempa bumi,

Tiga Kabupaten tersebut adalah Tapanuli Tengah (Tapteng), Mandailing Natal (Madina), Tapanuli Selatan (Tapsel). Hal ini karena wilayahnya yang rawan gempa bumi akibat aktivitas subduksi lempeng tektonik.

"Pantai Barat Sumut merupakan wilayah aktif gempa bumi. Ini sebagai akibat dari aktivitas subduksi lempeng tektonik, sehingga gempa bumi dapat terjadi kapan saja dengan magnitudo yang bervariasi," kata Agus.

Agus menjelaskan bahwa potensi gempa bumi berbeda dengan prediksi gempa bumi. Potensi itu merujuk pada kemampuan sumber gempa bumi zona megathrust untuk melepaskan gempa bumi dengan kekuatan tertentu.

Sementara prediksi mengacu pada informasi mengenai kapan, di mana, dan berapa besar gempa bumi yang akan terjadi.

"Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi kapan, di mana dan berapa besar gempa bumi akan terjadi dengan akurat, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi terkait prediksi gempa bumi," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa informasi terkait dengan potensi gempa bumi megathrust akan disosialisasikan sebagai upaya mitigasi terhadap bencana gempa megathrust. Dengan begitu, masyarakat bisa sadar dan waspada sehingga siap siaga apabila terjadi bencana.

Sebagai bentuk pemantauan gempa bumi di wilayah Pantai Barat Sumut, Agus dan pihaknya telah memasang sensor pendeteksi. Alat pendeteksi itu berupa seismometer dan accelerometer collocated.

Ada 22 lokasi masing-masing dengan alat pendeteksi seismometer dan accelerometer collocated, dan 12 lokasi dipasang alat accelerometer non-collocated yang tersebar di wilayah Sumut.

Untuk tsunami, BMKG telah memasang sirine peringatan tsunami di dua lokasi wilayah Sumut, yakni di Kantor Bupati Tapanuli Tengah, dan Kantor Camat Barus.

Pihaknya juga akan memasang tsunami gauge di dua lokasi, yaitu di wilayah pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah dan di wilayah pesisir Kabupaten Madina.

"Sebagai bagian dari penyebaran informasi atau diseminasi terkait gempa bumi dan tsunami, BMKG telah memasang 20 perangkat warning receiver system new generation, di antaranya dua di kantor BPBD Kabupaten Tapsel dan kantor Bupati Tapsel, satu di kantor BPBD Sibolga, dan satu di kantor BPBD Madina," ujar Agus.

Agus juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dengan informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. "Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," pungkasnya.

Nailul

 

 

 

 

 

Editor : Imron Arlado
#sumatera utara #gempa megathrust #peringatan tsunami #tapanuli selatan #pantai barat #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #mandailing natal #Lempeng Tektonik #BMKG #tapanuli tengah #sumut