Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hadapi Gempa Megathrust, Basarnas Berikan Tips Penyelamatan Diri Warga Perkotaan

Imron Arlado • Jumat, 30 Agustus 2024 | 17:49 WIB
Basarnas siapkan pelatihan penyelamatan diri untuk masyarakat dari gempa megathrust (sumber: website Basarnas)
Basarnas siapkan pelatihan penyelamatan diri untuk masyarakat dari gempa megathrust (sumber: website Basarnas)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan ( BASARNAS ) memperkuat kemampuan masyarakat perkotaan untuk menghadapi potensi bencana gempa megathrus dengan mengadakan pelatihan teknik penyelamatan diri.

Hal tersebut menanggapi kekhawatiran yang ada pada masyarakat yang panik akan gempa megathrust yang bisa mencapai magnitudo 9.

Sebab itu, Basarnas mencoba untuk membantu pemerintah dan para ahli gempa bumi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada.

Kepala Basarnas Kusworo mengatakan selain daerah Jakarta, dalam beberapa pekan ke depan akan ke depan mengadakan pelatihan teknik penyelamatan diri atau urban resccue di beberapa lokasi di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut merupakan satu rangkaian setelah sepekan sebelumnya Basarnas menyelesaikan pelatihannya pada ratusan di Pulau Nias, Sumatera Utara dan Yogyakarta.

"Kegiatan pelatihan ini akan di-running terus ke setiap kota, tentunya, ya kan, anggota kita tersebar di seluruh Indonesia. Mereka ada spesifikasi untuk itu," jelasnya setelah membuka rapat Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) tingkat pusat.

Ia juga menjelaskan, pelatihan urban rescue dalam memahami potensi bahaya gempa bumi merupakan salah satu program prioritas di seluruh kantor Search and Rescue SAR Indonesia. Hal tersebut guna menciptakan ketahanan bencana nasional sebagaimana amanah negara.

Ia menilai, hasil dari pelatihan dan masifnya sosialisasi, masyarakat perkotaan secara umum sudah tahu apa yang harus dilakukan saat gempa bumi. Misalnya segera keluar dari bangunan saat merasa getaran, selalu melindungi kepala dari bahaya, dan tetap tenang.

Kusworo mengakui, masyarakat lebih sadar akan menjaga keselamatan dalam menghadapi bencana atas responsnya terkait gempa megathrust magnitudo 7,1 di perairan Megathrust Nankai di Jepang.

Karena itu, Basarnas akan lebih memperluas cakupan dan muatan dalam pelatihan urban rescue dengan jumlah peserta dari masyarakat. Kegiatan tersebut juga akan difokuskan pada materi yang detail terkait gempa bumi berkekuatan besar dari zona megathrust.

"Muatan yang ditambahkan dalam pelatihan seperti materi tactical exercise. Mengajarkan bagaimana bertindak menyelamatkan diri saat terjebak di dalam gedung dan bagaimana memanfaatkan peralatan yang ada seperti tali-temali," ungkapnya.

Melalui pelatihan tersebut, harapannya masyarakat lebih siap menghadapi potensi gempa zona megathrust di Indonesia seperti pernyataan yang diberikan oleh ahli gempa bumi dan pemerintah dalam menanggapi gempa megathrust.

"Dalam konteks ini kami tentu sangat terbuka kepada kalangan pegiat dan potensi SAR untuk bersama-sama berbagi pengalaman/kemampuan seputar teknik rescue kepada masyarakat sekitar," jelas Kusworo. Nailul

Editor : Imron Arlado
#badan penanggulangan bencana daerah #gempa megathrust #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #basarnas #Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan #urban rescue #gempa jepang #BMKG #bpbd