Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gempa Yogyakarta Sebabkan Tembok Rumah Retak dan Atap Jebol, Ini yang Dilakukan Pemerintah Setempat

Imron Arlado • Selasa, 27 Agustus 2024 | 10:35 WIB
Gempa bumi melanda Gunung Kidul, Yogyakarta, Senin (26/8) malam.
Gempa bumi melanda Gunung Kidul, Yogyakarta, Senin (26/8) malam.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 terjadi pada Senin malam, 26 Agustus 2024, di wilayah Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Gempa terjadi pada pukul 19:57 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 95 km barat daya Gunung Kidul, pada kedalaman 30 kilometer.

Getaran gempa bumi ini terasa cukup besar di wilayah DIY hingga sejumlah wilayah di Jawa Timur. Seperti Pacitan, Madiun, Kediri, hingga Malang Jawa Timur.

Akibat besarnya getaran ini, menyebabkan sejumlah kerusakan. Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, gempa bumi ini menyebabkan kerusakan empat rumah di Kabupaten Gunungkidul. Selain itu ada pula kerusakan 1 plafon bangunan pasar di Prambanan, DIY.

 

 

’’Di Kabupaten Gunungkidul, rumah mengalami kerusakan berupa tembok retak,’’ kata Noviar.

Gempa bumi yang menyebabkan tembok rumah retak ini juga menyebabkan warga harus berlarian ke luar dari bangunan rumah.

Sebelumnya diberitakan, gempa bumi dengan magnitudo 5,8 menggetarkan wilayah Gunungkidul, Yogyakarta, Senin (26/8).

Kabar gempa ini disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya.

Gempa bumi terjadi pada pukul 19:57 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 95 km barat daya Gunung Kidul, pada kedalaman 30 kilometer.

Gempa yang berada di 8.78 Lintang Selatan,110.27 Bujur Timur dirasakan warga Sleman, Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, Pacitan, Trenggalek, Magelang, Kediri, Blitar, Madiun, hingga Malang.

BMKG menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. (HILMY)

Editor : Imron Arlado
#tsunami #gempa bumi #badan penanggulangan bencana daerah #malang #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #pacitan #gunung kidul #kediri #madiun #gempa yogya #BMKG #Jawa Timur #bpbd #Yogyakarta #Daerah Istimewa Yogyakarta #diy