Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) Berada di Dekat Zona Gempa Megathrust, Ini Kekuatan Magnitudonya

Imron Arlado • Rabu, 21 Agustus 2024 | 22:06 WIB
Area pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) berada di dekat zona gempa megathrust. (Jawapos)
Area pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) berada di dekat zona gempa megathrust. (Jawapos)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Gempa bumi megathrust menjadi ancaman. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun telah melakukan pemetaan wilayah yang diprediksi mengalami gempa bumi berikut dengan kekuatannya di setiap provinsi.

Peta dibuat berdasar prediksi gempa bumi yang bersumber dari megathrust dan sumber lainnya. Satu diantaranya area pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menuturkan, megathrust merupakan sumber gempa bumi subduksi lempeng yang berasal dari tumbukan lempeng tektonik dengan kedalaman dangkal kurang dari 50 kilometer.

”Di Indonesia terdapat 13 sumber gempa zona megathrust yang berada di selatan Pulau Jawa memanjang hingga Sumatera,” paparnya dalam webinar bertajuk Waspada Gempa Megathrust yang digelar Departemen Teknik Geofisika ITS.

Dari 13 sumber gempa zona megathrust tersebut, 11 di antaranya telah melepaskan energi yang menjadi gempa dengan magnitudo lebih dari 8.

Hanya ada dua sumber gempa megathrust yang belum melepaskan energi, yakni Mentawai–Siberut dan Sunda–Banten.

”Karena ini mitigasi, maka diprediksi dengan skenario terburuk. Untuk Mentawai–Siberut diprediksi kekuatan maksimalnya magnitude 8,9 dan Selat Sunda–Banten magnitude 8,7,” ujarnya.

Untuk mitigasi gempa bumi megathrust, BMKG telah memetakan semua provinsi di Indonesia yang mengalami dampak guncangan kuat.

Peta tersebut ditujukan untuk melakukan mitigasi secara tata ruang. ”Kalau untuk tata ruang, dapat digunakan untuk memastikan di mana area yang diharuskan bangunan tahan gempa,” jelas Dwikorita.

Dia mencontohkan pembangunan Bandara NYIA yang berada dekat dengan zona megathrust.

Bandara tersebut dibangun dengan ketahanan gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,7. Sekaligus mengantisipasi terjadinya tsunami. ”Didesain seperti itu untuk mitigasi gempa bumi dan tsunami,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid menjelaskan, Badan Geologi telah menyusun peta kawasan rawan bencana gempa bumi (KRBG) dan peta kawasan rawan bencana tsunami (KRBT). ”Peta tersebut menggambarkan kerawanan bencana gempa bumi dan tsunami di Indonesia,” terangnya.

Untuk KRBG dapat dikategorikan dalam zona merah, kuning, dan hijau. Warna merah memiliki potensi gempa bumi paling tinggi.

”Kuning kekuatannya sedang dan hijau jauh lebih kecil. Kalau untuk KRBT, peta menggambarkan tsunami di Indonesia,” jelasnya. Misalnya, di Sumatera dan Jawa, ketinggian tsunami bisa lebih dari 3 meter. (idr/c17/fal)

Editor : Imron Arlado
#tsunami #gempa bumi #Subduksi Lempeng #gempa megathrust #bandara new yogyakarta internasional airport #nyia #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #waspada gempa #BMKG