Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Potensi Gempa Bumi Megathrust di Jawa Timur

Imron Arlado • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 00:20 WIB
ANTISIPASI: Ancaman gempa besar yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia mewajibkan masyarakat untuk melakukan antisipasi. (BMKG)
ANTISIPASI: Ancaman gempa besar yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia mewajibkan masyarakat untuk melakukan antisipasi. (BMKG)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Jawa Timur, dengan posisi geografisnya yang berdekatan dengan zona subduksi selatan Jawa, memiliki sejarah panjang terkait aktivitas seismik.

Meskipun wilayah ini tidak sering mengalami gempa besar, ia tetap menjadi area yang sering mengalami guncangan gempa bumi.

Baru-baru ini, Selasa, 13 Agustus 2024, Kepanjen, Kabupaten Malang, diguncang oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9. Peristiwa ini mengingatkan kita akan potensi ancaman yang lebih besar di masa depan.

Gempa ini disebabkan oleh adanya sesar yang masih aktif. Dalam buku Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) 2017, disebutkan bahwa Indonesia memiliki 295 segmen sesar aktif.

Dari jumlah tersebut, 31 berada di Pulau Jawa, dan Jawa Timur memiliki tujuh sesar yang masih aktif.

Ini menjelaskan mengapa penduduk di Pulau Jawa sering merasakan guncangan gempa bumi di sekitarnya. Sesar-esar aktif di Jawa Timur meliputi:

  1. Sesar Blumbang-dengan potensi magnitudo 6,6 dan pergeseran 0,05 mm/tahun.
  2. Sesar Waru -dengan potensi magnitudo 6,5 dan pergeseran 0,05 mm/tahun.
  3. Sesar Surabaya dengan potensi magnitudo 6,5 dan pergeseran 0,05 mm/tahun.

Sisanya seperti Sesar Pasuruan, Sesar Probolinggo, Sesar Wonorejo masih belum diidentifikasi secara rinci.

Aktivitas gempa bumi di suatu area bisa memicu atau berhubungan dengan gempa di area lain melalui proses transfer stres tektonik.

Meskipun gempa bumi di suatu area tidak langsung berubah menjadi gempa megathrust, aktivitas seismik yang terus-menerus dapat menambah stres pada zona subduksi dan sesar di sekitarnya.

Akumulasi stres ini, dalam jangka panjang, bisa berpotensi memicu gempa megathrust jika kondisi di zona subduksi memadai.

Gempa megathrust, yang merupakan gempa besar di zona subduksi dengan potensi magnitudo 8 atau lebih tinggi, menjadi ancaman nyata yang perlu diwaspadai.

Gempa jenis ini dapat menyebabkan kerusakan parah dan meluas, baik di sekitar zona subduksi maupun di wilayah yang lebih jauh, seperti Jawa Timur.

Gelombang tsunami, guncangan kuat, dan kerusakan infrastruktur adalah beberapa dampak yang dapat ditimbulkan.

Berdasarkan buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia pada 2017, terdapat tiga segmentasi megathrust di selatan Jawa yaitu Segmen Jawa Timur, Segmen Jawa Tengah-Jawa Barat, dan Segmen Banten-Selat Sunda dengan magnitudo tertarget mencapai magnitudo 8,7.

Menurut BMKG, segmen selatan Jawa Tengah-Jawa Timur berpotensi menimbulkan gempa megathrust.

Dikutip dari laman BPBD DI Yogyakarta, zona megathrust selatan Jawa dikenal sangat aktif, seperti yang tampak dalam peta aktivitas kegempaannya (seismisitas).

Dari beberapa kemungkinan tersebut, Jawa Timur memiliki tingkat bahaya gempa relatif tinggi dilihat dari beberapa aktivitas gempa bumi yang pernah terjadi.

Maka dari itu masyarakat dihimbau untuk terus waspada terhadap lingkungan sekitar. SAFFA

Editor : Imron Arlado
#kepanjen #gempa bumi #kabupaten mojokerto #gempa megathrust #jawa tengah #Badan meterorologi klimatologi dan geofisika #BMKG #Jawa Timur