Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Menderita Hipertensi? Waspadai Gangguan Psikologis yang Dialami Penderitanya, Simak Detailnya

Imron Arlado • Selasa, 13 Agustus 2024 | 02:34 WIB
Hipertensi yang berkelanjutan berpotensi mengganggu psikologis penderitanya.
Hipertensi yang berkelanjutan berpotensi mengganggu psikologis penderitanya.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Gantung diri yang dilakukan Kapolsek Prajurit Kulon, Kota Mojokerto Kompol Maryoko membuat banyak orang terkejut dan berduka.

Diduga, Maryoko melakukan bunuh diri karena telah lama menderita penyakit hipertensi. Merasa tidak ada harapan untuk sembuh, ia pun memilih untuk mengakhiri hidupnya di rumahnya di Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, pada Minggu (11/8).

Kasus ini menyoroti dampak serius dari tekanan darah tinggi atau hipertensi, yang tidak hanya pada kesehatan fisik tetapi juga  pada kesehatan mental seseorang.

 

Dalam beberapa kasus, penyakit hipertensi ini dapat memengaruhi psikologis seseorang di mana tekanan dan beban yang dirasakan karena kondisi kesehatan mereka semakin berat.

Penderita sering merasa tidak berdaya dan putus asa karena ketidakmampuan mereka mengontrol kondisi tersebut meski telah menjalani berbagai perawatan medis.

Terlebih lagi, jika mereka tidak mendapatkan dukungan emosional dari lingkungan sekitar atau konseling tentang manajemen stres, mereka cenderung mengalami perasaan cemas, stres kronis, dan depresi.

Dalam kasus Kompol Maryoko, tekanan pekerjaan yang tinggi sebagai seorang polisi dimungkinkan memperparah kondisi mentalnya. Kegagalan dalam melihat harapan untuk pemulihan dan perasaan tidak berdaya bisa menjadi faktor utama yang mendorongnya untuk mengambil langkah tragis tersebut.

Maryoko sendiri telah berupaya berobat di rumah sakit yang ada di Kota Mojokerto. Sekitar dua bulan terakhir Kompol Maryoko kerap izin untuk berobat.

Meski demikian, upaya tersebut tampaknya tidak cukup untuk meringankan beban fisik dan psikologis yang ia rasakan. Ketiadaan kemajuan dalam kesehatannya mengakibatkan keputusan tragis yang diambilnya.

 

Dalam menghadapi penyakit serius seperti hipertensi, penting untuk memberikan perhatian yang seimbang antara perawatan medis dan dukungan emosional.

Masyarakat dan lingkungan sekitar perlu lebih peka terhadap kebutuhan kesehatan mental penderita, serta menyediakan dukungan yang dibutuhkan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan. (Saffa)

 

Editor : Imron Arlado
#kompol maryoko #polisi bunuh diri #Polsek Prajurit Kulon #penyebab penyakit ginjal #polisi gantung diri #Kota Mojokerto #hipertensi #gantung diri