JPRM - Virus Nipah pertama kali ditemukan pada 1999 di Malaysia. Virus ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan radang otak. Berasal dari kelelawar buah, virus ini menular dari hewan ke manusia.
Baru-baru ini terjadi kasus yang menghebohkan, remaja berusia 14 tahun diketahui meninggal akibat infeksi virus Nipah.
Kejadian tersebut terjadi di India, tepatnya Distrik Malappuram Kerala pada hari Minggu (21/7). Sebelum meninggal, Remaja tersebut menunjukkan gejala sindrom ensefalitis akut (AES).
Sempat dirawat di pusat kesehatan Kozhikode, remaja tersebut akhirnya meninggal sehari setelah dinyatakan positif terinfeksi virus.
Penyebab meninggalnya remaja itu adalah karena henti jantung akut yang terjadi setelah proses pemulihan gagal dilakukan karena kondisinya yang semakin memburuk.
Hingga saat ini, diketahui lebih dari 200 orang tercatat dalam daftar orang yang terkena kontak dengan virus Nipah dan 60 orang lebih tercatat dalam kategori risiko yang tinggi.
WHO menyebutkan bahwa tidak ada vaksin untuk mencegah dan tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan virus ini.
Untuk itu, Veena George selaku Menteri Kesehatan negara bagian India, mengeluarkan perintah agar membentuk 25 komite untuk mengidentifikasi orang orang yang terdampak sebagai bagian dari upaya pengendalian virus Nipah. Aisyah Mazro’atul Khoiriyah
Editor : Imron Arlado