Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Inilah Reaksi Publik terhadap Dugaan Penggunaan Sodium Dehydroacetate di Roti Aoka

Imron Arlado • Selasa, 23 Juli 2024 | 01:39 WIB
Inilah Reaksi Publik terhadap Dugaan Penggunaan Sodium Dehydroacetate di Roti Aoka
Inilah Reaksi Publik terhadap Dugaan Penggunaan Sodium Dehydroacetate di Roti Aoka

JPRM – Masyarakat Indonesia digemparkan oleh kabar roti Aoka. Diproduksi PT. Indonesia Bakery Family Bandung, roti sejuta umat ini diduga mengandung zat pengawet berbahaya, sodium dehydroacetate.

Isu ini mencuat setelah hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh beberapa perusahaan testing dan inspeksi, termasuk PT. SGS Indonesia, menunjukkan adanya kandungan sodium dehydroacetate dalam produk roti.

Pengujian ini dilakukan terhadap berbagai merek roti yang beredar di pasar domestik dari Agustus 2023 hingga Mei 2024.

Menurut hasil uji laboratorium yang sama, roti merek Aoka terdeteksi mengandung sodium dehydroacetate masing-masing sebesar 235 miligram per kilogram dan 345 miligram per kilogram.

Kabar ini cepat menyebar melalui berbagai platform media sosial, memicu kekhawatiran dan kemarahan di kalangan konsumen.

Banyak yang mengandalkan roti Aoka sebagai camilan atau makanan sehari-hari kini merasa cemas mengenai potensi dampak kesehatan dari zat pengawet tersebut.

Kekhawatiran ini semakin mengemuka mengingat roti tersebut dikenal dengan harga yang terjangkau dan telah menjadi favorit banyak konsumen.

Di media sosial, tanggapan mengenai isu ini beragam. Beberapa komentar di Twitter mencerminkan pro dan kontra terhadap tuduhan ini:

Akun @Salam mengajukan pertanyaan kritis: "Sebenernya, kalau dipikir-pikir, roti yang dijual dengan harga sangat murah dan punya masa expired yang lama, teksturnya aja banyak yang bilang enak, mungkin memang patut dicurigai."

@mrs_khannn memberikan komentar yang lebih tegas: "Roti yang bisa awet sampai 10 hari aja seharusnya jangan sering dimakan. Itu saja sudah tergolong banyak pengawetnya. Roti normal tanpa bahan pengawet paling lama bertahan 3 hari sebelum ada perubahan tekstur dan rasa. Ini yang bisa awet 3 bulan, mungkin menggunakan pengawet yang berlebihan."

@halcasea memberikan perspektif yang lebih nuansa: "Terlepas dari benar atau tidaknya isu ini, saya pernah melihat video yang membahas tentang pengawet roti Aoka. Dikatakan bahwa masa expired roti ini bergantung pada jumlah pengawet yang digunakan. Pengawet itu tidak begitu berpengaruh besar terhadap kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun, sekarang jadi ragu apakah informasi tersebut benar atau tidak."

Menanggapi berita tersebut, pihak PT. Indonesia Bakery Family menyampaikan klarifikasinya.  

Kemas Ahmad Yani, Head of Legal Indonesia Bakery Family, menyatakan, “Kami ingin menegaskan bahwa roti buatan kami tidak menggunakan sodium dehydroacetate. Sebanyak 16 produk kami sudah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).”

Senada dengan pihak roti Aoka, produsen roti Okko, PT Abadi Rasa Food, juga membantah adanya kandungan zat berbahaya dalam produk mereka.

Jimmy, pengelola pabrik PT Abadi Rasa Food, menjelaskan bahwa roti Okko dapat bertahan lama karena diproduksi dalam ruangan yang berstandar internasional dan steril, seperti ruang operasi rumah sakit.

“Roti bisa tahan 60-90 hari karena proses produksi yang higienis dan kandungan bahan yang sudah ditetapkan sesuai dengan peraturan BPOM. Tempatnya harus bersih sekali, tidak boleh ada bakteri sama sekali, sesuai dengan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Kuncinya ada pada pengemasan,” ujar Jimmy pada Selasa(16/7).

Diketahui juga Roti Aoka ini telah mengantongi sertifikat BPOM yang menunjukkan bahwa produk ini telah lulus uji keamanan dan kesehatan sesuai standar yang berlaku di Indonesia.

Namun, dengan adanya isu terbaru mengenai kandungan zat pengawet, penting bagi BPOM untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memastikan bahwa informasi yang beredar tidak berdampak negatif terhadap kesehatan konsumen. Saffana Raisa Rahmania

 

 

Editor : Imron Arlado
#roti aoka bahaya #PT Indonesia Bakery Family #roti aoka #netizen twitter #roti aoka viral #bpom ri #Sodium Dehydroacetate #pengawet berbahaya