JPRM - Tagar BLINK APOLOGIZE TO JISOO mendadak trending di platform X. Menyusul banyaknya penggemar BLACKPINK ( Blink ) yang menuntut permintaan maaf majalah Rolling Stone Korea.
Semula majalah ini memuat artikel yang dianggap merendahkan dan meremehkan dua anggota Blackpink, Jisoo dan Lisa. Blink merasa kecewa terhadap munculnya artikel ini.
Artikel tersebut dinilai merendahkan dan meremehkan Jisoo, salah satu anggota BLACKPINK, dengan menyebutkan bahwa dia tidak memiliki bakat menonjol sebagai vokalis maupun penari.
"Meskipun dia tidak memiliki bakat yang paling menonjol dalam grup sebagai vokalis atau penari, pertumbuhannya jauh lebih jelas."
Sementara, artikel itu juga dianggap menyudutkan Lisa. Tulisan itu berbunyi; ’’Kehadiran unik Lisa yang diciptakan oleh pesona fisiknya yang luar biasa dan penampilannya yang eksotis... menyoroti identitasnya sebagai artis solo.... pengucapannya dalam lagu-lagu itu cukup alami untuk mencegah pendengar merasakan kekusutan apa pun dari member asing grup."
Ungkapan tersebut dianggap rasis dan xenophobia atau ketakutan terhadap orang asing atau orang yang berbeda dengan kita. Majalah itu menggunakan kata “eksotis” untuk Lisa karena Lisa berasal dari Thailand dan sebelumnya Lisa juga mendapat diskriminasi.
Blink menuntut agar majalah Rolling Stone Korea membuat permintaan maaf secara resmi.
Blink menunjukan ketidaksetujuan mengenai ungkapan yang diberikan tentang Jisoo. Mereka menunjukkannya dengan menggunakan tagar “BLINKS APOLOGIZE TO JISOO” dan “RESPECT JISOO”.
Desakan yang terus-terusan dari Blink ini, direspons majalah ini. Pihak Rolling Stone Korea telah meminta maaf secara resmi pada laman Instagram Story, serta telah mengakui kesalahannya dan juga membuat pernyataan bahwa mereka akan memperbaiki redaksi dan struktur artikel mereka untuk menghindari kesalahpahaman ke depannya dan mereka memastikan tidak akan menggunakan kata-kata yang dianggap merendahkan seseorang. (Audy)
Editor : Imron Arlado