Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Siapakah Suku Awyu yang Kampanye All Eyes on Papua? Ini Penjelasannya

Hendra Junaedi • Senin, 3 Juni 2024 | 17:07 WIB
Masyarakat Papua saat melakukan unjuk rasa di depan gedung MA, pekan lalu.
Masyarakat Papua saat melakukan unjuk rasa di depan gedung MA, pekan lalu.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Suku Awyu juga dikenal sebagai Auyu atau Away.

Mereka adalah kelompok etnis yang mendiami daerah aliran Sungai Digul di pesisir Papua Selatan, Indonesia.

Daerah ini masuk dalam wilayah Kabupaten Mappi dan juga didiami oleh orang Yahraim (Yaghai) serta orang Muyu pada bagian barat

Di daerah tersebut juga didiami oleh orang Yahrai (Yaghai) dan di sebelah baratnya terdapat orang Muyu.

Jumlah populasi suku ini sekitar 27.300 jiwa. Mereka memiliki budaya dan keberagaman tradisi yang memperkaya wilayah etnis Papua.

Tagar All Eyes on Papua trending di platform X. Apa yang melatarbelakangi gerakan ini? Dan tagar ini sudah menjadi pembicaraan hingga 20 ribu kali lebih.

Mereka mendesak mengembalikan dan diselamatkan hutan dari pembukaan perkebunan sawit.

Hutan masyarakat Awyu telah dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia melalui Proyek Tanah Merah.

Kampanye ini menjadi bentuk protes terhadap penguasaan hak masyarakat adat Papua oleh perusahaan-perusahaan besar yang mengalihkan hutan adat menjadi perkebunan sawit.

Melalui kampanye ini, masyarakat berharap dunia memperhatikan dan mendukung perjuangan mereka, karena kerusakan hutan Papua tidak hanya berdampak pada masyarakat setempat, tetapi juga terhadap lingkungan global.

Disebutkanm aksi para pecinta lingkungan hidup dari kedua suku tersebut dilakukan pada Senin (27/5) yang datang langsung ke Gedung Mahkamah Agung Jakarta Pusat, pekan lalu.

Tujuan dari aksi damai itu adalah untuk memperjuangkan hutan adat seluas 36.994 hektare, yang luasnya setengah dari wilayah DKI Jakarta.

Hutan tersebut terancam dibabat demi pembukaan perkebunan sawit yang didirikan oleh PT Asiana Lestari dan PT Sorong Agro Sawitindo.

Semeraea, bagi masyarakat di dua desa adat tersebut, hutan merupakan sumber kehidupan mereka. Hampir segala kebutuhan para masyarakat di sana diambil dari hutan.

Editor : Hendra Junaedi
#Demo Papua #papua merdeka #All Eyes on Papua #mahkamah agung