JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Harga minyak dunia per 1 Juni 2024 mengalami kenaikan.
WTI (Nymex) naik sebesar US$3,80/bbl, dari US$76,61/bbl menjadi US$80,41/bbl. Sementara, Brent (ICE) naik sebesar US$2,95/bbl, dari US$81,72/bbl menjadi US$84,67/bbl1.
Lalu bagaimana dengan harga BBM di Indonesia?
Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menegaskan, Pertamina memutuskan untuk tidak mengubah harga BBM.
Alasannya, mengacu pada beberapa aspek yang tercantum dalam Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formulasi harga JBU atau BBM nonsubsidi.
Dalam aturan tersebut, perhitungan formulasi harga BBM di antaranya dipengaruhi oleh nilai tukar dolar AS dan MOPS.
’’Penyesuaian harga BBM nonsubsidi memang mengacu pada regulasi. Namun pada kondisi saat ini kami mendukung upaya Pemerintah untuk menjaga stabilitas perekonomian,’’ terang Irto.
Dia menegaskan, harga minyak dunia menunjukkan tren kenaikan dan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika melemah.
Namun pihaknya kembali tidak menaikkan harga BBM bonsubsidi pada Juni 2024.
Dengan keputusan tersebut, maka harga BBM di Indonesia sebagai berikut:
- Pertamina
- Pertamax Series
- Pertamax: Rp 12.950 per liter
- Pertamax Green 95: Rp 13.900 per liter
- Pertamax Turbo: Rp 14.400 per liter
- Dex Series
- Dexlite: Rp 14.550 per liter
- Pertamina Dex: Rp 15.100 per liter
- Biosolar dan Pertalite Tidak mengalami perubahan harga.
- BP AKR
- BP 92: Rp 14.500 per liter (berkurang Rp 400 dari sebelumnya)
- Jenis lainnya: Informasi tidak disebutkan secara spesifik.
Editor : Imron Arlado