JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Film "White House Down" merupakan film aksi Amerika yang mendebarkan.
Dirilis pada 2013, film ini disutradarai Roland Emmerich dan dibintangi oleh Channing Tatum sebagai John Cale, seorang petugas keamanan Capitol.
John Cale adalah seorang petugas keamanan yang bercita-cita menjadi agen Secret Service untuk melindungi Presiden AS James Sawyer.
Namun, saat tur ke Gedung Putih bersama putrinya Emily, Gedung Putih diserang oleh sekelompok teroris yang sangat terorganisir dengan baik.
Situasi memanas ketika para teroris merebut kontrol atas Gedung Putih dan menahan para pejabat termasuk Presiden Sawyer sebagai sandera.
Dalam situasi yang sangat kacau itu, John Cale secara tidak sengaja terpisah dari putrinya dalam kekacauan tersebut.
Hingga ia harus berusaha menyelamatkan Emily dan Presiden dari bahaya.
Dalam upaya penyelamatan yang epik, John Cale menunjukkan keberanian dan kecerdasannya yang luar biasa untuk melawan musuh yang kuat dan terorganisir.
Dengan bantuan Presiden Sawyer, John Cale berjuang melalui koridor yang dipenuhi oleh para penjahat, berusaha membuktikan kesetiaannya pada negara dan menjaga putrinya tetap aman.
Baca Juga: Tak Buka Penjaringan, Golkar Kota Dukung Petahana
Sementara itu, para agen Secret Service lainnya yang tetap hidup berupaya untuk mengatasi krisis tersebut dari luar Gedung Putih, sementara dunia menyaksikan situasi tegang ini melalui siaran langsung.
Film "White House Down" ini menampilkan aksi yang mendebarkan, ketegangan yang tiada henti, dan juga beberapa momen emosional.
Salah satunya, bagaimana John Cale berusaha menyelamatkan putrinya dan Presiden dari para teroris yang berbahaya.
Dengan plot yang penuh kejutan dan aksi yang menegangkan, film "White House Down" 2013 ini menjadi film aksi yang menghibur dan memacu adrenalin sepanjang film bagi para penontonnya.
Film "White House Down" mendapatkan rating 6.3/10 dari IMDb.
Film ini juga mendapatkan rating PG-13 dari MPAA untuk adegan aksi dan kekerasan yang berkepanjangan termasuk tembakan dan ledakan yang intens, beberapa bahasa, dan gambar seksual singkat.
Editor : Imron Arlado