Agenda yang digelar atas kolaborasi Pemkot Mojokerto dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) ini sekaligus menjadi momentum untuk mewujudkan hubungan industrial yang harmonis.
Giat mlaku bareng diberangkatkan langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro dari GOR dan Seni Mojopahit yang menjadi titik start dan finis.
Bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jatim Sigit Priyanto dan jajaran stakeholder terkait, sosok yang akrab disapa Mas Pj ini mengikuti jalan sehat dengan para peserta yang merupakan pekerja dari berbagai perusahaan se-Kota Mojokerto.
"Hari ini kita sama-sama memperingati Hari Buruh Internasional. Ini sebuah momentum di mana suara buruh, suara pekerja itu didengar, diakui, dan harus diperjuangkan," terang Ali Kuncoro dalam sambutan.
Mas Pj menyebutkan, salah satu hal yang harus diperjuangkan adalah kesejahteraan para buruh. Dan, Ali Kuncoro menegaskan bahwa Pemkot Mojokerto akan berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan pekerja.
Di antaranya yang akan direalisasi dalam waktu dekat adalah menyalurkan bantuan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada buruh.
"Para buruh minta agar segera dicairkan anggaran yang dari DBHCHT, dan itu sudah kita proses. Mungkin jumlahnya memang tidak seberapa, tapi ini wujud Pemerintah Kota Mojokerto berpihak kepada buruh dan pekerja," ulasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ali Kuncoro juga menegaskan untuk mewujudkan hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
Menurutnya, tiga unsur yang tergabung dalam Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Kota Mojokerto ini akan saling bersinergi dan berkolaborasi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja serta memperluas peluang usaha.
"Ketika hubungan harmonis, maka iklim industri akan tumbuh. Ketika iklim industri tumbuh, tentu perekonomian juga akan meningkat," tutur Ali Kuncoro.
Selain jalan sehat, juga digelar panggung hiburan dan pertunjukan seni barongsai. Tak hanya itu, para pekerja juga berkesempatan untuk mendapatkan doorprize melalui pengundian.
"Ini semua merupakan sumbangsih atau kontribusi dari para pengusaha untuk memperingati May Day," ungkap Ketua Umum SPSI Kota Mojokerto Bambang Hidup Mulyo.
Bambang mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Mojokerto dan Apindo yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional.
Di hadapan para peserta, dia mengajak untuk mengubah stigma bahwa buruh bukanlah kelompok demonstran. Tapi buruh saat ini adalah kelompok pekerja yang santun dan bisa diajak untuk berdiskusi.
"Karena zaman sudah berubah, apa pun permasalahan akan bisa diselesaikan dengan bermusyawarah bersama," ungkapnya.
Dalam peringatan May Day 2024 juga dilaksanakan penyerahan program manfaat secara simbolis kepada ahli waris dari peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Di antaranya santunan jaminan kematian (JMT), jaminan hari tua (JHT), jaminan kecelakaan kerja, serta jaminan pensiun dan beasiswa.
Turut hadir dalam kegiatan jalan sehat perwakilan jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Sekdakot Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto Zulkarnain Mahading, dan Ketua Baznas Kota Mojokerto Dwi Hariadi. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah