JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Selama seminggu terakhir, Indonesia telah mengalami serangkaian gempa bumi.
Gempa terbesar terjadi di Seram Bagian Timur, Maluku, dengan kekuatan magnitudo 6.2.
Lokasinya berada di 3.18 Lintang Selatan, 130.94 bujur timur. Pusat gempa berada pada jarak 51 kilometer barat laut Tanibar Bula dengan kedalaman 16 kilometer.
Gempa ini terjadi Senin 6 Mei 2024 pukul 01:33 WIB.
Dari analisis BMKG menemukan gempa tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Seram Timur Manado dan Kota Bula yang berskala II-III MMI atau getaran yang dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu.
’’Hasil pengamatan hingga pukul 04.05 WIB, menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan sebanyak 9 kali dengan kekuatan terbesar 5,8 magnitudo,’’ ujarnya.
Meski begitu terasa, namun gempa ini tak berdampak terhadap kerusakan.
Gempa lainnya terjadi pada 7 Mei di Pacitan, Jawa Timur pukul 10.34 WIB. Dari data resmi BMKG, gempa berkekuatan M 4,1 ini berada di kedalaman 11 kilometer di koordinat 8,88 lintang selatan dan 110.92 bujur timur.
Gempa tersebut bisa dirasakan warga Trenggalek, Blitar, Tulungagung, Malang, Bantul, Yogyakarta dan Wonogiri.
Pada 8 Mei, gempa bumi kembali dirasakan warga Lombok Barat, NTB. Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 5,2 ini mengagetkan warga lantaran disertai suara gemuruh.
Gempa ini terjadi saat warga mulai beraktivitas pagi tepat pukul 05.09 WIB.
Dari hasil analisis BMKG, gempa ini terjadi di parameter update dengan magnitudo M 5,1. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,60 derajat lintang selatan, 115,81 derajat bujur timur.
Atau berlokasi di laut pada jarak 108 Kilometer arah barat daya Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat di kedalaman 82 kilometer.
Terbaru, 11 Mei, gempa mengguncang Lumajang. Gempa ini terjadi di laut berjarak 112 kilometer Barat Daya Lumajang di kedalaman 10 kilometer.
Gempa bumi berkekuatan M 5,2 ini bisa dirasakan hingga ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Daerah yang merasakan gempa Lumajang antara lain Kepajen, Pacitan, Blitar, dan Surabaya dengan skala intensitas II MMI atau terjadi getaran yang cukup kuat. Seperti menggoyang benda yang menggantung.
Gempa susulan berkekuatan M 3,9 terjadi pada pukul 05.37 WIB. BMKG menyatakan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Gempa ini terjadi akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia.
Editor : Imron Arlado