Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pecinta Bonsai Ini Tak Tertarik Ikut Kontes. Ini Alasannya

Imron Arlado • Selasa, 30 April 2024 | 01:10 WIB
BANGGA: Supriadi dan Jimmy bersama bonsai yang mereka rawat di Magersari Gang VII, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. (Foto: Satria Putra for Radar Mojokerto)
BANGGA: Supriadi dan Jimmy bersama bonsai yang mereka rawat di Magersari Gang VII, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. (Foto: Satria Putra for Radar Mojokerto)

RADAR MOJOKERTO – Bonsai merupakan tanaman hias yang berasal dari Jepang. Dibalik keindahannya bonsai memiliki filosofi yang begitu dalam. Mulai kesabaran, kesederhanaan dan keindahan alam.

Tanaman ini terlihat kerdil yang biasanya ditempatkan di atas pot cantik. Tujuannya untuk menciptakan miniatur hidup dari bentuk asli pohon di alam bebas.Tanaman ini yang membutuhkan perawatan ekstra ini kerap memiliki harga yang sangat mahal.

Supriono, 56, pemilik usaha bonsai di Magersari Gang VII, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini menceritakan usaha yang dijalaninya bermula dari hobi yang tumbuh sejak masih muda.

Berbagai bibit bonsai didapatkan dari mencari di kebun, hutan hingga pemberian dari temannya. Bapak satu anak ini mengaku telah merawat sebanyak 50 pohon bonsai dengan jenis yang berbeda. Seperti jenis sakura, kawista, mikro, asem, hingga beringin dolar.

”Karena keterbatasan tempat untuk merawat beberapa bonsai, pohon bonsai yang saya pelihara mayoritas bonsai mame dan small yang memiliki ukuran tidak lebih dari 15 cm.,’’ ujar Supriadi, Rabu (17/4).

Miniatur: Seekor bunglon kecil yang berada di atas pohon bonsai bagaikan sebuah miniatur kehidupan. (Foto: Satria Putra for Radar Mojokerto)
Miniatur: Seekor bunglon kecil yang berada di atas pohon bonsai bagaikan sebuah miniatur kehidupan. (Foto: Satria Putra for Radar Mojokerto)

Meski memiliki banyak koleksi bonsai, namun pria ini ogah mengikuti berbagai jenis kontes yang kerap digelar. Alasannya, ia cukup menikmati keindahan dan mempercantik lingkungan di sekitar rumahnya.

Lalu bagaimana dengan perawatan? Supriono menambahkan, selama ini yang dilakukan terbilang cukup mirip dengan perawatan tanaman pada umumnya. Seperti pemberian air, pupuk, hingga kebutuhan sinar matahari.

Yang membedakan hanyalah bonsai wajib terkena sinar matahari agar cukup melakukan fotosintesis. Tidak hanya itu, bonsai wajib dipasang kawat agar membantu pembentukan pengarahan ranting. ’’Selain itu perlu dilakukan pemotongan ranting yang dianggap kurang dan mampu merusak keindahan dari pohon bonsai,’’pungkasnya. (Satria Putra)

Editor : Imron Arlado
#kolektor bonsai #Kota Mojokerto #bonsai