Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kerupuk Goreng Pasir Ini Masih Jadi Cemilan karena Rendah Kolesterol

Imron Arlado • Kamis, 25 April 2024 | 00:10 WIB

RAPI : Kerupuk pasir dengan berbagai rasa terpajang rapi di rumah Habibi di Desa Blooto, Dusun Trenggilis, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Senin (23/4).
RAPI : Kerupuk pasir dengan berbagai rasa terpajang rapi di rumah Habibi di Desa Blooto, Dusun Trenggilis, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Senin (23/4).

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kerupuk gorengan pasir masih diminati oleh masyarakat. Cemilan renyah dan gurih ini digoreng tanpa menggunakan minyak, melainkan pasir.

Sehingga menjadi pilihan karena rendah kalori. Camilan ini terletak di Desa Blooto, Dusun Trenggilis, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Habibi, 35, anak penjual kerupuk ini mengungkapkan, usaha ini sudah berdiri sejak 1990. Usahanya merupakan usaha orang tuanya hingga saat ini. Dia hanya membantu dalam pemasakan kerupuk saja.

"Ibu dulunya guru. Terus sudah pensiun. Jadi buka usaha ini. Dulu masih dijual keliling ke pasar-pasar. Kalau sekarang sudah di rumah saja," ungkapnya.

DIMINATI: Kerupuk pasir dengan berbagai rasa masih diminati warga.
DIMINATI: Kerupuk pasir dengan berbagai rasa masih diminati warga.

Dia mengatakan, kerupuk yang dijualnya ini semula hanya kerupuk mentah yang dibelinya di Sidoarjo. Kemudian dijemur agar mengembang saat digoreng. Menggorengnya sendiri dengan menggunakan pasir.

Pasir yang digunakan untuk menggoreng pasir yang halus dan dibersihkan terlebih dahulu. "Manfaatnya yaitu rendah kolesterol karena menggorengnya kan gak pakai minyak, tapi pasir," ujarnya.

Dia menambahkan, setiap 3 hari sekali dia akan menggoreng kerupuk pasir atau saat persediaan habis. Setiap 2 kali menggoreng, menghabiskan setengah kuintal dalam seminggu.

Pria asal Trenggilis tersebut juga menyebutkan, kerupuk pasir yang dijualnya bervariasi. Dari segi rasa, ada rasa manis dan pedas. Sedangkan untuk segi warna ada 4, yaitu warna merah, putih, kuning, dan campur. "Semuanya dijual Rp 10 ribu per bungkus," tandasnya. (Firza Aulia Ningrum) 

Editor : Imron Arlado
#Majapahit #kerupuk Pasir #Rendah Kolesterol #Kota Mojokerto