Bayi perempuan yang ditelantarkan tepat di bawah pohon bambu ini ditemukan dalam kondisi lemas.
Belum diketahui pasti pelaku atau orang tua yang tega menelantarkan darah dagingnya pada H-2 lebaran ini.
Bayi perempuan yang diperkirakan berusia satu hari ini ditemukan di pekarangan belakang rumah Heri sekitar pukul 08.00.
Kali pertama ditemukan, bayi dalam kondisi lemas tanpa busana di bawah rumpun pohon bambu yang sejak dini hari terguyur hujan. Warga dibuat histeris melihat kondisi bayi yang mulai membiru.
”Awalnya dikasih tahu Pak Heri. Setelah saya angkat bayinya baru nangis. Lalu saya bedong pakai daster. Kondisinya pucat, kotor kena tanah sama daun,” ungkap Fitri, warga setempat.
Bayi perempuan tersebut ditemukan dengan kondisi tali pusar masih panjang. Melihat kondisi bayi yang terus menurun, warga langsung membawanya ke bidan usai melaporkan penemuan tersebut pada perangkat desa setempat.
”Mungkin usianya masih sehari. Setelah dilaporkan ke perangkat desa, saya serahkan ke bidan (desa),” beber perempuan 38 tahun ini.
Kondisi bayi berangsur membaik usai mendapat penanganan bidan. Meski sebelumnya kondisi kesehatan bayi sempat menurun.
”Mungkin kalau terlambat satu jam saja bisa meninggal karena hipotermia,” terang Titin Hamidah, bidan desa setempat. Melihat kondisinya berangsur membaik, penanganan bayi seanjutnya diserahkan ke kepolisian dan puskesmas.
”Sekitar pukul 10.00 rencananya mau dibawa ke RSUD RA Basoeni Gedeg. Tapi petugas polsek dan puskesmas datang, supaya penanganannya dikoordinasikan dengan dinsos,” tandas bidan.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Trowulan Iptu Pamto Hadi Saputra membenarkan adanya penemuan bayi di pekarangan warga tersebut. Unit Reskrim Polsek Trowulan langsung melakukan olah TKP usai menerima laporan warga.
”Kami juga berkoordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto untuk menangani ini,” terang Pamto, terpisah. Dipastikannya, bayi terlantar tersebut kini sedang mendapat perawatan intensif oleh bidan maupun puskesmas.
”Saat ini kami juga berkoordinasi dengan pihak desa untuk mengungkap identitas pembuang bayi,” tandas mantan Kasi Propam Polres Mojokerto ini.
Di lain sisi, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Mojokerto Heri Prasetyo memastikan, pihaknya segera menelusuri dan mengecek kondisi terkini bayi perempuan yang ditelantarkan orang tuanya tersebut.
”Kita cek kondisi bayinya. Mungkin nanti bisa dirawat sambil melihat perkembangannya di rumah sakit dulu. Tentunya rumah sakit milik pemerintah,” ujarnya, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah