Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Langka, Batu Berukuran Besar Berukir Kaligrafi, Dijadikan Tempat Wudu Jemaah Masjid

Moch. Chariris • Minggu, 31 Maret 2024 | 10:59 WIB
UNIK: Kaligrafi pada tempat wudu pria menjadi salah satu daya tarik jamaah di Masjid Baitul Muttaqin, Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan. (foto: Bryan Noer for Radar Mojokerto).
UNIK: Kaligrafi pada tempat wudu pria menjadi salah satu daya tarik jamaah di Masjid Baitul Muttaqin, Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan. (foto: Bryan Noer for Radar Mojokerto).

RADARMOJOKERTO – Masjid atau musala merupakan merupakan bukti nyata penyebaran agama Islam di bumi Majapahit.

Salah satunya masjid yang berada di Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini.

MAJAPAHITAN: Jamaah sedang melakukan kegiatan ibadah di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Bryan Noer for Radar Mojokerto).
MAJAPAHITAN: Jamaah sedang melakukan kegiatan ibadah di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Bryan Noer for Radar Mojokerto).

Masjid ini memiliki keunikan sendiri pada bagian ornamen.

Salah satunya adalah batu berukuran besar berukir kaligrafi.

Masjid Baitul Muttaqin didirikan tahun 1951.

Kemudian pada tahun 2017 masjid ini direnovasi menjadi nuansa bangunan khas Majapahitan.

Di masjid ini terdapat beberapa ornament ikonik.

Seperti tempat wudu yang menggunakan batu andesit.

Batu itu berada di tempat wudu pria dengan ukiran kaligrafi.

”Ukiran kaligrafi yang berada di batu andesit yang digunakan untuk berwudu menjelaskan tentang rukun wudu,” ungkap Masrum, 57, marbot Masjid Baitul Muttaqin, Sabtu (30/3)

Di tempat wudu wanita juga diletakkan batu andesit.

Hanya saja tidak sebesar di tempat wudu pria.

Ada pula, kotak amal terbuat dari batu andesit yang unik.

Sehingga membuat daya tarik bagi musafir yang datang di masjid ini.

”Ukiran batu ini dibuat oleh perajin patung batu di desa ini,” imbuhnya.

Selain itu, masjid ini dilengkapi menara setinggi 25 meter, dan gapura yang kental dengan unsur Majapahitan.

Masrum menceritakan, Masjid Baitul Muttaqin dibangun di atas tanah milik keluarga ketua takmir masjid, Muhammad Hambali.

Luas lahannya mencapai 1.500 meter persegi.

”Kapasitas masjidnya mampu menampung kurang lebih 1.000 jemaah,” tandasnya.

Sebelum direnovasi, masjid ini merupakan musala berukuran kecil.

Namun seiring meningkatnya jemaah, musala kemudian direnovasi menjadi masjid.

Dia menambahkan, bangunan Masjid Baitul Muttaqin berarsitektur Jawa-Eropa.

Hal tersebut tampak dari serambi masjid yang terdapat ukiran dan lampu bermotif kuno. Sedangkan bagian luar lebih menonjolkan kesan modern.

Letak masjid ini cukup strategis.

Berada di sisi barat jalan arah Mojokerto – Jombang.

”Sehingga tidak jarang musafir mampir untuk melakukan kegiatan keagamaan di Masjid Baitul Muttaqin ini,” pungkas Masrum. (zukria amelia)

 

Editor : Moch. Chariris
#unik #kaligrafi #masjid