Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kisah Bayi Mungil Ditelantarkan di Depan Rumah Warga Pungging Mojokerto

Farisma Romawan • Sabtu, 23 Maret 2024 | 21:32 WIB

IBA: Bidan desa merawat bayi laki-laki yang ditelantarkan di teras rumah warga Desa Purworejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jumat (22/3).
IBA: Bidan desa merawat bayi laki-laki yang ditelantarkan di teras rumah warga Desa Purworejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jumat (22/3).
Direkom Dirawat di LKSA, Polisi Buru Pelaku

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sesosok bayi malang yang ditelantarkan di depan rumah warga di Desa Purworejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jumat (22/3) dini hari, telah mendapat perawatan tim dokter RSUD Prof. Dr Soekandar Mojosari.

Bayi yang diperkirakan masih berusia empat hari ini nantinya akan dirujuk ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Pemprov Jawa Timur.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan, AHZ kini tengah dalam perawatan tim dokter di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari. Dari hasil pemeriksaan fisik, bayi laki-laki tersebut dalam kondisi sehat dengan berat badan saat ini sebesar 2,9 kilogram (kg). 

Organ tubuhnya juga lengkap dan normal layaknya bayi-bayi pada umumnya. ’’Alhamdulillah sudah dipastikan dalam kondisi baik, sehat dan sempurna secara pemeriksaan fisik,’’ ujar Ikfina.

Tidak hanya kesehatannya, Ikfina juga akan memastikan status administrasi bayi agar bisa mendapat kebutuhan hidup yang layak. Termasuk memerintahkan Dinas Sosial untuk mempersiapkan tempat perawatan agar sang bayi bisa tumbuh dengan layak.

Bahkan, dirinya telah merekomendasikan ke Pemprov Jatim agar bisa menempatkan sang bayi di LKSA khusus yang kerap ditunjuk sebagai tempat penampungan balita yang ditelantarkan. ’’Nanti akan direkomendasikan ke provinsi untuk ditempatkan ke lembaga khusus yang menerima bayi-bayi yang ditelantarkan,’’ imbuhnya.

Meski dipastikan sehat dan normal, namun tim dokter masih harus memonitor setiap perkembangan fisik AHZ. Hal ini karena bayi laki-laki tersebut baru saja mengalami kondisi tertentu, yakni terlantar sendirian di teras rumah warga di malam hari. Sehingga bisa saja terjadi gangguan pernafasan ataupun infeksi dalam dirinya.

’’Bayi ini harus kami rawat dan selalu kami monitor terhadap kemungkinan adanya gawat nafas dan kemungkinan infeksi. Karena ini kondisinya tertentu saat ditemukan,’’ ujar Wakil Direktur Pelayanan RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari, dr. Anggono Ratma Arfianto Supriyo.

Sebelumnya, bayi laki-laki malang itu diduga ditinggalkan kedua orang tuanya yang merasa kesulitan ekonomi sehingga tidak sanggup lagi merawatnya hingga besar.

Dugaan tersebut berdasarkan secarik surat yang ditinggalkan orang tuanya bersama sang bayi. Dalam surat tersebut, sang ibu mengaku sudah tidak berdaya dengan kendala ekonomi yang dihadapi.

Bahkan untuk asupan makan sehari-hari pun, sang ibu mengaku tidak mampu memenuhi. Apalagi jika harus menanggung biaya hidup sang bayi yang baru saja lahir 19 Maret lalu. Ibunya juga mengaku berat hati saat meninggalkan putranya itu.

Baca Juga: Bayi yang Ditelantarkan dalam Kardus Kini Dirawat Intensif, Begini Keterangan Direktur RSUD Soekandar Mojokerto dr Djalu

Namun apa daya. Situasi ekonomi memaksanya agar sang bayi dirawat orang lain. Sang ibu juga berpesan kepada siapa pun yang menemukan agar tetap menjaga dan merawatnya dengan baik.

’’Saat kami baru masuk ke rumah, beberapa menit kemudian mendengar suara anak kecil menangis kencang sekali. Kami pikir di rumah ini kan tidak ada bayi, akhirnya kami intip keluar rumah. Ternyata ada bayi di dalam kardus di atas sofa depan rumah saya,’’ ujar Halimah, 55, warga yang pertama kali menemukan AHZ.

Halimah tak tahu persis siapa sosok yang tega menelantarkan bayi laki-laki tersebut. Namun sebelumnya, dirinya sempat mendengar deru suara motor berhenti di depan rumahnya.

Beberapa menit kemudian, terdengar suara tangisan bayi yang membuatnya terbangun dan keluar rumah. ’’Ada sepeda motor lewat dan berhenti. Tapi saya tidak tahu orangnya apakah perempuan atau laki-laki,’’ ujar istri Buaman ini.

Meski ditelantarkan, namun sang bayi dibekali sejumlah perlengkapan yang terbungkus tas kain yang berisi susu formula minyak telon, bedak hingga popok.

Atas temuan tersebut Halimah dan Buaman lantas melaporkannya ke perangkat desa agar ditangani pihak kepolisian setempat. ’’Setelah itu kami lapor ke RT, terus ke pak kepala dusun (kasun), sampai kemudian ke Polsek Pungging,’’ pungkasnya.

Kini, unit Reskrim Polsek Pungging bahkan tengah memburu orang tuanya guna mengungkap motif dibalik penelantaran sang buah hati. ’’Masih kami lakukan upaya penyelidikan. Beberapa keterangan masih kami dalami,’’ ujar Kapolsek Pungging, AKP Didit Setiawan.

Pihaknya mengorek keterangan sejumlah saksi utamanya pasangan suami-istri (pasutri) penemu bayi, yakni Buaman-Halimah. Termasuk, perangkat desa hingga petugas kesehatan. ’’Sementara saksi-saksi kami periksa, kami juga fokus pada penanganan kesehatan bayi,’’ ujarnya.

Ditanya soal adanya jeratan saksi atau pidananya, Didit juga belum bisa berkomentar banyak. Pihaknya mengaku masih sibuk mencari informasi dari berbagai sumber mengenai asal usul bayi.

Termasuk juga turut memonitor kondisi bayi yang tengah dalam perawatan tim dokter RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari. ’’Kami minta bidan desa juga ikut mengecek, dan alhamdulillah kondisinya sehat. Sekarang sudah mendapat perawatan dari tim kesehatan RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari,’’ pungkasnya. (far/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#bayi dibuang #kabupaten #mojokerto terbaru #bayi ditelantarkan #mojokerto #Bayi mojokerto