Hewan reptil ini ditangkap warga lantaran keberadaannya di tengah kawasan permukinan dinilai membuat resah warga. Terlebih, sejumlah unggas ternak warga belakangan raib misterius yang disinyalir kuat dimangsa ular.
Keberadaan ular piton dengan panjang sekitar 3,5 meter tersebut kali pertama diketahui di aliran sungai sekitar permukiman warga pada pukul 01.15. Khawatir akan keberadaan keberadaan hewan buas tersebut, warga lantas berjibaku menangkap ular berukuran besar itu.
’’Awalnya warga mau patrol sahur. Terus dengan suara gaduh di (sungai) belakang pekarangan. Setelah dicek ternyata ada ular piton itu,’’ terang Mohamad Efendi, warga setempat.
Dengan alat seadanya, warga menangkap hewan bertaring tersebut. Empat orang harus saling berjibaku untuk menakklukkan ular yang dikenal dengan lilitannya itu.
Setelah berhasil ditangkap, warga langsung me-lakban mulut ular agar tak ada yang tergigit.
’’Yang nangkap empat orang. Ularnya keluar habis hujan semalam,’’ sebut Mujib, ketua RT setempat.
Menurutnya, ular berukuran besar ini merupakan indukan. Pasalnya beberapa waktu lalu, warga sempat menangkap sejumlah ular piton anakan di pekarangan dan aliran sungai dekat permukiman.
’’Sebelumnya ada sekitar 8 ekor piton anakan ukuran 50 cm yang ditangkap. Sama warga langsung dieksekusi khawatir membahayakan kalau tambah besar,’’ ungkapnya.
Apalagi, lanjut Mujib, sekitar sepekan lalu sejumlah unggas ternak warga hilang misterius saat digembala di pekarangan. Yang disinyalir dimangsa oleh ular bercorak tersebut.
’’Sekitar sepekan lalu ada tiga ekor mentok dan satu ekor ayam piaraan warga yang hilang. Jadi sebenarnya ular keberadaan ular ini sudah diincar sama warga,’’ beber Pak RT.
Sempat diamankan di kandang milik warga, hewan melata ini diserahkan ke pecinta reptil di wilayah Ngoro untuk segera dilepasliarkan di habitatnya yang jauh dari permukiman.
’’Selain mangsa ternak, khawatirnya ular-ular ini tambah besar dan bisa nyerang anak kecil,’’ tandas Mujib. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah