Acara ini menghadirkan bupati Mojokerto, budayawan Abah Kirun dari Madiun, dan juga dibuka dengan grup banjari dari Firqotul Ikhsan.
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyampaikan sambutan dengan didampingi oleh Camat Sooko, Kepala Desa Jampirogo, dan Kepala Desa Klinterejo di ruat desa Jampirogo Gang 3, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (2/3) malam.
Dalam acara tahunan ini disambut antusias oleh para warga dengan membuka stan makanan dan minuman. Meriahnya acara ini karena menghadirkan bupati Mojokerto, Ikhfina Fatmawati, yang menyampaikan pesan kepada warga terkait tujuan dari ruwat desa.
''Sebelum memasuki bulan Ramadan, maka setiap desa melaksanakan kegiatan ruwat desa. Tujuannya adalah untuk membersihkan badan, keluarga, masyarakat, khususnya masyarakat Jampirogo. Ruwat desa juga bertujuan untuk kirim doa kepada para leluhur agar diberikan ampunan dan nikmat dari Tuhan,'' ujarnya.
Ikfina juga mengatakan, tahun ini adalah masa terakhir jabatan, sehingga dalam acara tersebut dia menyampaikan permohonan maaf selama menjabat.
''Saya meminta maaf selama menjadi bupati Mojokerto. Jika ada yang kurang berkenan baik perkataan, perilaku, dan kebijakan yang belum bisa diterima masyarakat,” ungkapnya.
Dia berharap agar perangkat desa Jampirogo dapat berjalan sesuai tugas yang diberikan. Ikfina juga mengatakan agar warga Jampirogo tetap menjaga kondusivitas, tertib, dan sejahtera.
''Terima kasih selama kegiatan Pilpres dan Pileg pada 14 Februari 2024 di Kabupaten Mojokerto berjalan dengan aman dan lancar. Semua karena masyarakat tertib dan menggunakan hak pilih dengan baik. Saya harap segenap pemerintah Sooko dan Jampirogo bisa melaksakan amanah dengan baik. Melayani dan menjaga masyarakat sehingga kegiatan pelayanan pembangunan bisa berjalan dengan tertib dan lancar,'' tegasnya.
Selanjutnya kegiatan ini dihibur dengan dagelan Mbah Kirun yang disambut antusias oleh masyarakat. Dalam dagelan tersebut tidak hanya candaan yang disampaikan, tetapi juga harapan dan pujian yang ditujukan kepada bupati dan warga Jampirogo. (Nailul Mufarichah/fen)
Editor : Fendy Hermansyah