Diduga, korban meninggal mendadak saat sedang menyemprot padi di sawah.
Belakangan diketahui, korban adalah Lasiman, 53. Petani setempat yang beralamat KTP Desa Munung, Kecamatan Jatikalen, Nganjuk, ini ditemukan warga tewas di sawah sekitar pukul 13.30.
Korban ditemukan terbujur kaku telungkup di persawahan dengan hanya memakai celana pendek warna hitam.
”Warga melapor ke Polsek Mojoanyar dan diteruskan ke Mapolres,” terang Kasi Humas Polres Mojokerto Iptu Abdul Wahib.
Petugas Polsek Mojoanyar bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto memeriksa jasad korban di rumah duka.
Itu karena jasad korban telah lebih dulu dibawa pulang oleh pihak keluarga. Hasil identifikasi menunjukkan, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh pria petani parobaya tersebut.
”Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Hanya ditemukan bekas luka akibat gigitan ketam sawah,” beber Kasi Humas.
Diduga, Lasiman tewas di area persawahan saat hendak berteduh dari guyuran hujan. Korban disinyalir terjatuh dan tersungkur saat berlari ke pinggir sawah.
Hal ini diperparah dengan kondisi korban yang memiliki riwayat penyakit menahun.
”Korban meninggal diduga karena sakitnya kambuh waktu hendak berteduh di sawah. Korban (kemungkinan besar) tidak tersambar petir karena tidak ditemukan luka luar,” terang Kapolsek Mojoanyar Iptu Nanang Mulyono, terpisah.
Dari keterangan pihak keluarga, lanjut Nanang, saat itu korban sedang menyemprot padi dengan pupuk cair di sawahnya.
Korban lantas berupaya berteduh lantaran cuaca mendadak mendung akan turun hujan. Tak pelak, di lokasi kejadian, petugas mendapati seperangkat alat penyemprot tanaman lengkap dengan pupuk cair.
”Setelah memeriksa jenazah korban kami berkoordinasi bahwa pihak keluarga tidak bersedia jika dilakukan otopsi pada tubuh korban. Keluarga korban menerima kondisi ini dan membuat pernyataan sehingga kami kembalikan untuk segera dikebumikan,” tandas Kapolsek. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah