Didampingi Satreskrim Polres Mojokerto, mereka meminta maaf dan mengaku menyesali atas unggahan video viral yang dibuat di depan Balai Kota Mojokerto.
Ali Kuncoro mengatakan sengaja mengundang ketiga pembuat konten beradegan mirip tuyul setelah berhasil diamankan pihak berwajib.
Dia menilai, sebenarnya mereka pemuda kreatif namun video yang dibuat berbau hal negatif.
”Hari ini mereka saya undang, karena saya ingin kreativitasnya itu diarahkan untuk membikin konten-konten yang positif,” tandasnya.
Karena itu, Ali Kuncoro memberikan challenge kepada ketiganya untuk membuat konten video yang bersifat edukatif tentang Kota Mojokerto. Bahkan, Pj wali kota juga menjanjikan akan menyiapkan reward bagi mereka.
”Karena adik-adik ini punya potensi, jadi saya tidak ingin menghukum mereka. Cuma saya ingin mengarahkannya ke jalur yang benar,” papar dia.
Sementara itu, di hadapan Pj Wali Kota Mojokerto dan Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Achmad Rudi Zaeny, ketiga pemuda asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto ini mengaku menyesali perbuatan mereka.
Ketiganya adalah Adi Prayugo dan Prasetyo yang berperan sebagai dua model menyerupai tuyul.
Sedangkan satu pemuda lainnya adalah Galang, perekam video yang diunggah ke akun YouTube @galangkancil3828.
”Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Kota Mojokerto dan saya berjanji tidak mengulangi membuat video yang negatif lagi,” tandas Galang.
Senada, Adi juga menyatakan penyesalannya atas konten yang diperankannya. Dia mengaku hanya iseng saat membuat adegan video yang diambil di depan Balai Kota Mojokerto, Jembatan Gajah Mada hingga Alun-Alun Kota Mojokerto.
”Konten tersebut mengandung video yang sangat tidak patut dicontoh. Saya atau pembuat konten atau video yang viral tersebut sangat menyesali perbuatan saya dan minta maaf kepada masyarakat,” sesalnya. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah