Direktur RSUD prof dr Soekandar dr Djalu Naskutub mengatakan, mengonsumsi minuman dingin saat cuaca panas memang sulit dihindari kebanyakan masyarakat.
Tapi harus diketahui, mengonsumsi es berlebihan bisa berdampak pada kesehatan. ’’Kalau sesekali tidak apa-apa. Tapi kalau terus-terusan daya tahan tubuh akan terganggu. Akhirnya bisa radang, bahkan bisa membuat pusing,’’ ungkapnya.
Sehingga, hemat Djalu, minum es lebih baik dihindari selama musim panas. Lebih-lebih jika es dicampur dengan minuman aneka rasa, kondisi itu tentu akan memengaruhi metabolisme dalam tubuh. Bahkan berpengaruh pada peningkatan kadar gula dalam darah.
’’Orang yang punya riwayat gula, lebih aman menghindari. Karena dari makanan yang dikonsumsi pun sudah mengandung kadar gula dalam darah, nanti malah tambah meningkat. Jadi cuaca panas yang paling bagus ya konsumsi air putih,’’ tegasnya.
Menurutnya, air putih itu kan ph 7 netral. Sehingga mengonsumsi air putih sangat aman karena akan terbuang lewat urine dan keringat. Berbeda jika ada tambahan minuman aneka rasa.
Termasuk tambahan beban kerja ginjal dan hati untuk membersihkannya. Sehingga hal itu akan membuat tubuh membutuhkan energi tambahan untuk metabolisme sesuatu yang masuk tersebut.
’’Prinsipnya semua yang berlebihan masuk ke tubuh itu akan mengganggu metabolisme dalam tubuh. Jika berlebihan yang masuk terus menerus, ada suatu titik, tubuh itu tidak mampu sehingga akhirnya gulanya tinggi, kolesterolnya tinggi,’’ paparnya.
Djalu kembali menegaskan, yang paling aman dikonsumsi selama cuaca panas tak lain adalah air putih dan madu murni. ’’Jangan sampai madu yang tidak murni, karena lagi-lagi, itu akan berpengaruh pada peningkatan kadar gula,’’ jelasnya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah