Kegiatan ini menjadi bagian dari Diklat Duta Literasi yang dilaksanakan untuk memperingati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda.
Berlangsung di aula SMPN 3 Mojokerto, kemarin (2/10) para siswa kelas VII dan VIII ini menyampaikan materi literasi digital.
Itu dipaparkan oleh Manajer Online JPRM Moch. Chariris. Ketua panitia Bulan Bahasa Alif Briliantina Sisiwi Hindayanti menuturkan, Diklat Duta Literasi ini merupakan langkah awal pihak sekolah dalam menyaring duta literasi.
’’Lewat diklat ini, kami ingin menumbuhkan kreativitas pada siswa agar melek dan mendapat wawasan tentang literasi,’’ katanya.
Guru Bahasa Jawa ini menambahkan, kegiatan Diklat Duta Literasi juga mengajarkan para siswa agar memiliki rasa percaya diri di hadapan publik.
Oleh karenanya, saat pelatihan ini mereka dibekali dengan materi public speaking.
Selain itu, mereka juga diajari membuat konten bermanfaat dan bermedia sosial dengan bijak lewat literasi digital.
’’Sehingga, anak-anak bisa memiliki minat yang tinggi terhadap literasi. Baik dalam menulis, membaca atau berbicara,’’ imbuh Alif.
Pasca kegiatan tersebut, nantinya para siswa ini akan diseleksi untuk menjadi Duta Literasi. Kemudian, dari lima besar peserta yang diseleksi akan ditentukan menjadi Duta Literasi pada 25 Oktober mendatang.
Selain kegiatan diklat, SMPN 3 Mojokerto juga menggelar beragam lomba literasi, di antaranya story telling dan baca puisi.
’’Dengan harapan, pelaksanaan Bulan Bahasa ini mampu mendorong minat anak-anak agar melek literasi, khususnya pada kemauan mereka dalam membaca, berbicara dan menulis,’’ pungkas dia. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah