Itu seiring dengan terus melambungnya harga beras di pasaran. Baik IR 64 medium dan premium.
Kepala Pimpinan Cabang Bulog Surabaya Selatan Rusli menegaskan, naiknya harga beras sebenarnya tak hanya terjadi di Kabupaten Mojokerto. Melainkan merata di berbagai daerah.
’’Masalah itu sebenarnya tidak di kita saja, bahkan secara nasional. Makanya pemerintah pusat akan mempercepat bantuan pangan kepada masyarakat. Per KPM (keluarga penerima manfaat) menerima 10 kilogram,’’ ungkapnya.
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kata Rusli, bantuan pangan yang tadinya digelontor pada Oktober, November dan Desember, sekarang dimajukan menjadi September, Oktober dan November.
’’Artinya, ini kebijakan pusat dalam rangka pengendalian inflasi,’’ tegasnya.
Selain menyuplai kebutuhan masyarakat, langkah itu bagian dari intervensi harga beras di pasaran yang belakangan trennya cenderung masih naik.
Benar saja, mahalnya harga kebutuhan pokok ini bahkan cukup merata di sejumlah pasar. Harga tertinggi mencapai Rp 13.601 per kilogram (kg) ada di Pasar Perning untuk IR 64 medium.
Dengan rata-rata Rp 12.235 per kg untuk 20 pasar di Kabupaten Mojokerto.
Harga ini melambung di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (bapanas) sebesar Rp 10.900 per kg.
Begitu juga dengan jenis premium tembus Rp 14.551 per kg.
Dengan rata-rata Rp 13.329 per kg untuk 20 pasar di Kabupaten Mojokerto.
’’Lah upaya daerah salah satunya dengan gerakan pembelian beras premium lokal kepada Bulog bagi ASN/Pegawai. Jadi masing-masing kita berkontribusi melakukan upaya baik pusat maupun daerah untuk mengantisipasi gejolak harga,’’ tandasnya.
Kendati sampai saat ini belum memberikan dampak, Rusli optimistis, langkah pemda ini bisa kendalikan harga di pasaran.
’’Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada pengaruhnya. Sekarang pembelian sudah lebih 10 ton dan ini tambah terus. Jadi itu bagian dari upaya dan bentuk patriotisme ASN dalam pengendalian inflasi sesuai arahan ibu bupati,’’ paparnya.
Selain itu, operasi pasar juga terus dilakukan di masing-masing kantor kecamatan.
Termasuk perluasan toko pangan kita (TPK) yang menyasar pasar desa juga terus dioptimalkan.
’’Jadi jalan beriringan, mudah-mudahan bisa mempengaruhi harga di pasar,’’ tuturnya.
Sebelumnya, Pemkab Mojokerto melaunching gerakan pembelian beras premium lokal kepada Bulog bagi ASN/Pegawai di lingkungan Pemkab Mojokerto, Selasa (12/9).
Kebijakan ini sebagai upaya pemda melakukan pengendalian inflasi daerah.
Instruksi ini tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani Bupati Ikfina Fahmawati yang diterbitkan pada 22 Agustus 2023.
’’Beli beras premium yang bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur ini merupakan upaya Pemkab Mojokerto dalam menekan tingginya angka permintaan beras kualitas medium di pasar. Sehingga kedepannya, stok beras medium di pasar bisa kembali normal dan harga beras jenis medium bisa terkendali,’’ ungkap Ikfina. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah