Berbagai satuan pasukan berupaya untuk mempertahankan kemerdekaan. Termasuk barisan remaja yang tergabung dalam Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP).
Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq menceritakan, TRIP lahir pada Januari 1946 dengan anggota para pelajar. Mojokerto menjadi bagian dari Resimen 1 Jawa Timur yang bermarkas di gedung SMPN 1 Mojokerto.
’’Selain itu, TRIP juga memiliki markas di Desa Parengan, Kecamatan Jetis yang dijadikan sebagai garis depan pertahanan,’’ ulasnya.
Pada Agustus 1946, Mojokerto mendapatkan kepercayaan untuk dijadikan sebagai pusat pelatihan pasukan. Anggota TRIP dari berbagai penjuru daerah se-Jawa yang datang ke Kota Mojokerto.
Pria yang akrab disapa Yuhan ini menyebut, mereka diundangan oleh Komandan Tentara Pelajar Letkol Soedarto untuk menggembleng kemampuan anggota TRIP.
’’Karena kemampuan pasukan TRIP saat itu belum merata,’’ tandasnya.
Tentara pelajar Mojokerto dibekali pelatihan mulai dari teknis tempur hingga kemampuan kepemimpinan.
Sebagai satuan pasukan, ungkap Yuhan, kemampuan TRIP terbilang berbeda jauh dengan barisan pejuang lainnya yang notabene beranggotakan usia dewasa. ’’Sedangkan TRIP berasal dari kalangan anak usia sekolah,’’ sebut dia.
Penulis buku Revolusi di Pinggir Kali ini menyebutkan, alasan dipilihnya Mojokerto sebagai pusat pelatihan TRIP karena daerahnya telah dijadikan sebagai basis pejuang.
Sebab, pada 1946, Mojokerto menjadi benteng pertahanan untuk menahan pasukan Sekutu yang telah menduduki Kota Surabaya.
Karena itu, pelatihan tak hanya diberikan dalam bentuk teori. Tetapi langsung dipraktikkan dengan terjun di garis depan pertahanan di Gresik dan Krian, Sidoarjo.
’’TRIP dilatih untuk mendapatkan pengalaman langsung saat ikut bertempur,’’ beber dia.
Yuhan menambahkan, pelatihan pasukan TRIP dilakukan di SMPN 1 Mojokerto. Lembaga yang berada di Jalan Gajah Mada itu dulu merupakan sekolah pertanian yang pada masa revolusi dijadikan sebagai markas tentara pelajar.
Selain itu, praktik pertempuran juga dilakukan di markas TRIP yang berada di Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah